Awas! Termakan Kabar Hoax tentang Isu Kusta

“Katanya kusta itu penyakit kutukan.” “Kalau sudah kena kusta, pasti jadi cacat.” “Kusta itu nggak bisa sembuh.” Tunggu! Jangan mudah termakan kabar hoax tentang kusta. Cek fakta dari sumber tepercaya dulu ya.

Fiuh! Kabar hoax memang sering kali menyebar tanpa kendali. Apalagi di era seperti sekarang ini, di mana kemudahan teknologi membuat informasi lebih mudah tersiar. Lewat media sosial atau aplikasi percakapan saja informasi apa pun langsung tersebar.

Politik dan kesehatan adalah dua isu yang kerap disusupi hoax. Salah satunya hoax tentang kusta seperti yang saya sebut di awal tulisan ini. Hmm, sebagai netizen yang cerdas, kita tak boleh terbawa arus. Cek fakta dan data dulu sebelum percaya suatu kabar, apalagi sampai menyebarluaskannya.

Media massa yang kerap memberikan informasi dan edukasi tentang kusta dan bisa jadi acuan adalah solidernews.com dan KBR. KBR memproduksi podcast dan konten radio berbasis jurnalisme yang berjejaring dengan 350 radio di Indonesia

Kedua media tersebut bersinergi dengan Netherland Leprosy Relief (NLR) Indonesia. Ini merupakan yayasan nirlaba dan non-pemerintah yang memusatkan kerjanya pada penanggulangan kusta dan konsekuensinya di Indonesia.

Jangan lupa juga baca tulisan di mamanesia.com karena informasi seputar kusta didapat dari hasil menyimak Ruang Publik KBR. Dalam setiap talkshow-nya, Ruang Publik KBR selalu mengangkat hal-hal yang penting diketahui demi kemaslahatan masyarakat. Narasumber tepercaya selalu dihadirkan demi menghadirkan informasi yang valid.

Informasi tentang Kusta yang Tidak Membosankan

kusta
Kusta/ Foto: Canva

Informasi yang membosankan pasti di-skip pembaca. Alih-alih pesan tersampaikan dengan baik, pembaca malah tidak peduli dan kian terselimuti hoax. Hmm, lalu bagaimana ya agar informasi dari media massa bisa sampai?

Buat yang hobi menulis dan berbagi informasi valid di media sosial, utamanya blog, bisa mencobanya. Bentuk tulisan yang umumnya disukai pembaca adalah yang ringan, seperti bentuk feature dan fakta menarik.

Seperti dilakukan solidernews.com, dilakukan juga analisis sosial untuk merancang angle yang lebih dalam dan menarik. Dengan begitu, tulisan yang dipublikasikan tidak menggurui dan pesannya bisa sampai pada audience.

Di solidernews.com sendiri saat ini ada puluhan tulisan terkait isu kusta, baik berita event atau edukasi tentang kusta. Respons pembaca pun cukup baik dan sangat responsif.

Dalam talkshow Ruang Publik KBR bertajuk “Peran Media dalam Menyuarakan Kusta” yang digelar Selasa, 31 Oktober 2023, Ajiwan Arif Hendradi dari solidernews.com membenarkan saat ini masih banyak beredar kabar hoax tentang kusta. Hal itu tentunya meresahkan, tetapi juga menjadi pelecut baginya untuk memberikan edukasi yang lebih baik ke masyarakat.

“Sebagai pembaca juga harus lebih cerdas memilah dan memilih berita. Membedakan yang benar dan tidak benar dengan cara melakukan verifikasi dengan cara riset, cek fakta,” tutur Ajiwan.

Terkait kusta, Indonesia menjadi negara yang duduk di peringkat ke-3 dengan jumlah orang dengan kusta terbanyak di dunia. Tentu ini bukan prestasi membanggakan, lantaran berkaitan dengan nyawa dan kesehatan masyarakat. Terpaut hal itu, media massa menjadi sangat penting dalam menyuarakan isu kusta.

Ajiwan menambahkan solidernews.com sebagai media massa yang telah terverifikasi bisa menjadi salah satu corong untuk melakukan perubahan. Menurutnya saat ini isu disabilitas dan kusta pun sudah mulai banyak yang aware dan terbuka. Harapannya, dengan semakin dipapar informasi menarik dan tepercaya, pengetahuan masyarakat semakin meningkat.

Simak yuk, fakta-fakta tentang kusta di tulisan berikut ini: Kusta Penyakit Kutukan? Jangan Mudah Percaya, Simak Dulu Faktanya

Menulis tentang Kusta di solidernews.com

isu kusta

Tak sekadar menyajikan tulisan tentang kusta, solidernews.com juga menerima orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) untuk magang. OYPMK diberi pelatihan jurnalistik dan kepercayaan untuk bisa menulis tentang kusta.

Kegiatan magang melibatkan OYPMK ini sekaligus menjadi cara untuk mengurangi stigma terkait kusta. Apalagi OYPMK seringkali dikucilkan oleh masyarakat sekitar, bahkan oleh saudara sendiri. Dengan melibatkan OYPMK, hal itu bisa membuat mereka lebih berdaya di masyarakat.

“OYPMK bisa menjadi aktor untuk menyuarakan isu kusta, sekaligus mengurangi stigma juga,” terang Ajiwan.

Salah satu kisah OYPMK bisa disimak di tulisan ini: Sempat Ingin Bunuh Diri, Begini Kisah Yuliati Melawan Kusta

Sebagai media partisipatif, solidernews.com juga mengundang individu yang punya ketertarikan pada isu disabilitas untuk menulis di media tersebut. Jangan khawatir, ada honor bagi tulisan yang dipublikasikan.

solidernews.com juga aktif memberikan pelatihan jurnalistik kepada pihak-pihak yang menjadi dampingan NLR. Harapannya semakin banyak orang yang bisa menulis dengan baik, di media massa dan media sosial.

Tak hanya solidernews.com, KBR juga aktif menyuarakan isu kusta. Sejumlah kegiatan dilakukan untuk memberikan edukasi terkait kusta. Portal kbr.id juga menerima tulisan tentang kusta.

Adakah yang tertarik berkontribusi menulis isu kusta di solidernews.com dan kbr.id?

Leave A Reply

Your email address will not be published.

www.kirmiziyilan.com