Sesuatu yang Lepas dari Genggaman, Terkadang Tidak Benar-benar Hilang

Hai, Ma, dalam hidup, mendapatkan berpasangan dengan kehilangan. Nyesek ya rasanya jika harus kehilangan sesuatu atau seseorang. Apalagi jika sesuatu itu adalah barang berharga, didapat dengan susah payah, atau punya kenangan yang tak terlupakan.

Namun, pernahkah terlintas dalam benak bahwa sesuatu yang lepas dari genggaman itu terkadang tidak benar-benar hilang? Bisa jadi sesuatu itu akan ditemukan kembali, atau Allah menggantinya dengan sesuatu yang lain. Cash!

Kali ini saya mau menceritakan tentang kehilangan yang pernah saya alami, tapi tak lama Allah menggantinya atau membuat saya menemukan sesuatu itu lagi. Menurut saya ini kejaiban sih. Dengan sangat rahasia, Allah bekerja dan memberikan kejutan-kejutan manis. Masyaallah, alhamdulillah.

Kehilangan Uang, Diganti dengan Menang Lomba

Beberapa waktu lalu saya kehilangan uang. Uang yang dikumpulkan susah payah dengan begadangan hampir tiap malam raib. Bagi saya jumlahnya cukup banyak. Rasanya dada ini seperti dihimpit batu besar.

Saya adukan saja hal ini kepada Sang Maha Kaya. Ya, semua yang saya miliki hanya titipan. Ada banyak cara bagi Allah untuk mengambil titipannya. Bagi saya besar, tapi angka uang tidak ada artinya bagi Allah.

Di saat saya mulai mengikhlaskan dan mengembalikan masalah kehilangan itu pada Pemilik Hidup, Allah menunjukkan kuasanya. Dengan sangat mengejutkan, saya menjadi juara pertama lomba blog kategori parenting yang digelar oleh IndiHome. Allah “membayar” kehilangan uang yang saya alami.

Memang benar, di dunia ini tidak ada yang abadi. Bahkan perasaan sedih pun bisa hilang dalam sekejap jika Allah berkehendak. Dengan sangat manis, Allah menghapus air mata kesedihan dengan air mata haru penuh syukur.

Oh ya, yang mau membaca tulisan yang membuat saya menang lomba, bisa dibaca di sini ya: Lancar Cari Ide Main Anak Bersama IndiHome, si Kecil Makin Kreatif

Memberi Kulkas Lama pada Orang Lain, Diganti Kulkas Baru

Kulkas lama saya bertipe satu pintu. Agak merepotkan untuk saya kala itu yang harus menyimpan air susu ibu (ASI) perah untuk si kecil. Akhirnya saya dan suami berencana mengganti kulkas lama dengan kulkas dua pintu.

Melihat ada tukang bangunan langganan yang sedang bekerja di rumah tetangga, saya langsung menawarkan kulkas lama padanya. “Sudah saya bersihkan kulkasnya, tinggal dibawa pulang ke rumah, Bang.”

Abang tukang menatap saya tanpa berkata-kata meski bibirnya bergerak-gerak. “Kalau Abang mau, bawa saja. Masih bagus kok,” ucap saya meyakinkan dia bahwa kulkas itu memang benar-benar diberikan padanya.

Akhirnya kulkas berwarna biru itu berganti pemilik. Betapa senang hati ini ketika tahu istri Abang Bangunan ternyata memang minta dibelikan kulkas, tapi belum kesampaian. Alhamdulillah jika bisa bermanfaat bagi orang lain.

Beberapa bulan kemudian, saya pulang kampung. Melihat kulkas di rumah ibu saya yang sudah tidak lagi prima performanya, muncul keinginan untuk menggantinya dengan yang baru. Di saat yang sama, saya mengikuti photo competition berhadiah kulkas. Tidak dinyana, saya menjadi juara pertama.

Masyaallah banget, kulkas kapasitas 150 liter diberikan orang, diganti kulkas dua pintu kapasitas 370 liter. Kulkasnya benar-benar jumbo, cocok buat ibu saya yang nyambil berjualan es batu dan es lilin. Apalagi adik saya buka tea shop di rumah, bisa lebih leluasa menyimpan bahan-bahan dagangannya di kulkas.

Nyaris Kehilangan Jaket

Saya pernah punya pengalaman ketinggalan jaket, tapi atas kuasa Allah, jaket tersebut bisa kembali ke tangan saya. Ada dua pengalaman terkait hal ini.

Pertama, jaket saya ketinggalan di sebuah hotel di Kalimantan. Saya baru menyadari jaket tertinggal saat sudah sampai Jakarta. Untungnya saya bisa kontak pihak hotel, dan mereka berbaik hati mengirimkan jaket tersebut.

Kedua, jaket anak saya tertinggal di sebuah restoran di rest area. Kala itu, kami dalam perjalanan dari Cilacap menuju Jakarta. Untungnya struk pembelian makanan masih tersimpan, sehingga nama resto dan lokasi rest area bisa disambangi kembali.

Saat ke resto tersebut, petugas kasir membenarkan ada jaket anak bermotif bintang yang tertinggal. Namun, jaket itu sudah dibawa pulang salah satu karyawan lantaran sudah berhari-hari tidak ada yang menanyakan.

Setelah menelepon karyawan yang bersangkutan, petugas kasir memastikan jaket anak saya berada di tempat yang aman. Dia menambahkan, jaket anak saya akan dibawa ke restoran lagi. Kelak jika saya datang kembali, jaket tersebut sudah bisa dibawa.

Benar saja, beberapa pekan kemudian, ketika kami ke restoran itu lagi, jaket itu diserahkan kembali. Masyaallah!

Penutup

Dalam hidup, sudah pasti akan merasakan hal-hal yang menyesakkan, seperti ketika kehilangan sesuatu atau seseorang. Akan tetapi, terkadang sesuatu yang hilang, tidak benar-benar hilang.

Seperti kisah-kisah yang saya tuliskan di atas, terkadang Allah mengganti yang hilang dengan sesuatu yang lain. Terkadang pula, Allah menggenggam sesaat sesuatu yang dititipkan pada kita. Lalu di saat yang lain, sesuatu itu diberikan lagi pada kita.

Mungkin Allah ingin melihat sejauh mana kesabaran dan keikhlasan hamba-Nya. Sejatinya di dunia ini kita tidak punya apa-apa. Semua titipan Allah. Dengan kehendak-Nya, semua yang dititipkan akan diambil-Nya. Jika saat itu tiba, tidak elok rasanya jika kita protes: Kenapa diambil dari saya?

Baca juga: Jika Titipan Itu Diambil Pemiliknya

Semoga ketauhidan kita tidak akan hilang kala Allah menguji dengan kehilangan dan hal-hal menyesakkan lainnya. Aamiin.

8 Comments
  1. Rhaka Katresna says

    Yang pergi dan hilang akan digantikan. Gatau sama siapa. Aku relate banget dengan pengalamannya. Sesudah sedih terbitlah gembira.

  2. Jastitah says

    saya setuju sekali bahwa segala sesuatu yang hilang/pergi akan diganti dengan sesuatu lain yang jauh lebih baik. yang kita perlukan adalah selalu berhusnuzon kepada Allah. dan inilah yang harus kita latih.. agar terus bersyukur atas segala hal yang terjadi dalam hidup kita.

  3. Imawati Annisa says

    Masya Allah, bener banget Mbak kadang Allah mengganti barang-barang yang hilang dengan cara yang tidak terduga. Begitu pun kalau kita berbagi ya, pasti ada rezeki dari Allah yang seolah-olah menggantikan sesuatu yang kita berikan sebelumnya.

  4. aliyatus sa'diyah says

    masya Allah semoga kita senantiasa bisa memaknai segalanya dengan lebih posiitif seperti kehilangan ini ya mbak

  5. Duwi lestari says

    Saya juga pernah mengalami hal yang serupa kak, waktu itu sayah pasrah dan berdoa semoga Alloh mengganti dengan yang lebih baik, dan Alhamdulillah Alloh mengganti dengan yang lebih banyak

  6. Imawati Annisa says

    Allah tau ya Mbak mana yang terbaik buat hambaNya. Kadang kita merasa tidak suka dengan apa yang dialami tapi mungkin bagi Allah ya itu yang terbaik. Dan kata orang-orang semakin banyak memberi maka semakin banyak menerima itu bener deh ya, yang penting ikhlas lillahi ta’ala..

  7. Tysa G says

    Hidup emang mesti take and give gasi? Aku pernah ngerasain juga kaya kaka, asal ikhlas juga pasti dapet aja tuh balesan yang luar biasa dari allah..

  8. Niken says

    Masyaallah. Kebaikan yang kita lakukan akan dibalas dengan kebaikan pula.

    Emang benar, kita kudu berbuat baik pada siapapun ya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.