5 Ide Menu Sahur Antiribet, Masak Kurang dari 15 Menit
Sahur sering kali terasa lebih menantang daripada berbuka puasa. Bangun dalam kondisi masih mengantuk, waktu memasak terbatas, tetapi tetap ingin menyajikan makanan bergizi untuk keluarga.
Jika tidak direncanakan dengan baik, sahur bisa berakhir dengan menu seadanya. Atau mungkin jadi terlalu banyak gorengan karena panik dan ingin cepat selesai.
Padahal saat puasa, asupan sahur sangat menentukan energi sepanjang hari. Tubuh butuh protein yang cukup agar kenyang lebih lama dan tidak mudah lemas. Karena itu, konsep meal prep sederhana sangat membantu.
Buat saya, meal prep bukan memasak semua menu sekaligus. Meal prep bagi saya adalah menyiapkan bahan dasar seperti protein, sayur, dan bumbu, agar waktu memasak saat sahur cukup 10-15 menit saja.
Berikut lima ide menu sahur anti ribet yang praktis, tinggi protein, dan tetap enak untuk keluarga.
Menu Sahur Antiribet 1: Tumis Daging Giling + Orak-arik Buncis

Menu ini bisa jadi andalan ketika waktu benar-benar mepet. Jika sudah memiliki stok daging sapi giling atau ayam giling di kulkas, proses memasaknya sangat cepat.
Cukup tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. Masukkan daging giling, aduk hingga berubah warna. Tambahkan saus tiram, kecap manis, dan sedikit minyak wijen untuk aroma. Dalam beberapa menit, lauk utama sudah siap.
Di tungku kompor sebelahnya, siapkan minyak di wajan. Selanjutnya masukkan bawang putih cincang. Lanjut masukkan dua hingga tiga butir telur, lalu orak-arik. Terakhir, masukkan buncis yang sudah dipotong. Jangan lupa beri garam, merica bubuk, dan kaldu ayam.
Kombinasi ini tinggi protein dan mengenyangkan. Daging, telur, dan buncis membantu menjaga rasa kenyang lebih lama selama puasa. Menu ini juga biasanya disukai anak-anak karena rasanya gurih dan familiar.
Menu Sahur Antiribet 2: Sup Ayam Sayur Praktis

Jika ingin menu sahur yang lebih ringan, sup ayam bisa jadi pilihan tepat. Apalagi kalau sudah memiliki ayam ungkep dan sayur yang dipotong sebelumnya.
Didihkan air, masukkan ayam ungkep, lalu tambahkan wortel, buncis, atau kol. Bumbui dengan garam, merica, dan sedikit kaldu bubuk jika diperlukan. Dalam waktu singkat, sup hangat siap disajikan.
Sup cocok untuk sahur karena tidak terlalu berat di perut. Kuah hangatnya juga membantu tubuh terasa lebih nyaman sebelum menjalani puasa seharian.
Menu Sahur Antiribet 3: Udang Tumis Mentega + Tumis Hijau

Udang adalah salah satu protein yang paling cepat matang. Jika sudah dibersihkan dan dibagi dalam wadah per porsi, proses memasaknya hanya butuh beberapa menit.
Tumis bawang putih hingga harum, masukkan udang, lalu tambahkan sedikit butter dan kecap asin. Aduk cepat hingga udang berubah warna menjadi kemerahan. Jangan terlalu lama agar teksturnya tetap lembut.
Sebagai pelengkap, tumis kangkung atau bayam. Jika sayuran sudah dipotong sebelumnya, proses menumisnya bakal sangat cepat.
Kombinasi udang dan sayur hijau membuat menu sahur terasa segar tetapi tetap bernutrisi. Selain itu, menu ini juga cepat membuatnya. Dalam waktu kurang dari 10 menit, dua lauk sudah tersedia di meja makan.
Menu Sahur Antiribet 4: Telur Balado + Tumis Jagung Muda

Ada hari-hari ketika rasa kantuk lebih berat daripada biasanya. Di momen seperti itu, menu yang benar-benar praktis sangat dibutuhkan.
Jika sudah memiliki stok telur rebus, makanan sahur bisa selesai tanpa banyak persiapan. Tinggal panaskan sambal dari cabai giling yang sudah tersedia di kulkas, lalu balurkan pada telur rebus.
Di tungku kompor sebelahnya, tumis jagung muda yang sudah diiris serong menggunakan duo bawang. Jika ada wortel, boleh dicampurkan. Beri saus tiram untuk rasa gurih lezat.
Menu ini memang sederhana, tetapi tetap memenuhi kebutuhan protein keluarga. Kadang, yang dibutuhkan saat sahur bukan variasi yang rumit, melainkan kepraktisan agar energi tidak habis di dapur.
Menu Sahur Antiribet 5: Ikan Fillet Panggang + Capcay Cepat

Ikan fillet juga termasuk bahan yang cepat diolah. Cukup bumbui dengan garam dan lada, lalu tumis atau panggang sebentar hingga matang.
Untuk melengkapinya, buat capcay dari sayuran yang sudah dipotong sebelumnya. Tumis bawang putih, masukkan aneka sayur seperti wortel, kol, dan sawi, lalu tambahkan sedikit saus tiram, minyak wijen, dan air. Masak hingga sayur setengah layu agar tetap renyah.
Menu ini terasa lebih ringan, tetapi tetap lengkap karena terdiri dari protein dan serat. Cocok untuk makan sahur agar perut tidak terlalu penuh, tapi tetap bertenaga.
Tips Agar Menu Sahur Tetap Praktis dan Bergizi

Masih ngantuk, tapi harus masak untuk sahur. Nah, agar memasak makanan sahur tidak terasa merepotkan, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan.
1. Siapkan protein untuk beberapa hari sekaligus, seperti ayam ungkep, telur rebus, atau daging giling yang sudah dibagi per porsi.
2. Potong sayur untuk 2-3 hari agar tidak perlu mengulang proses yang sama setiap akan memasak.
3. Sediakan bumbu dasar seperti cabai giling, bawang putih cincang, bawang merah iris, atau bawang bombay iris di dalam kulkas.
4. Jangan terlalu banyak variasi menu dalam satu pekan agar tidak kelelahan secara mental.
Sahur bukan tentang menu yang mewah atau terlihat estetik. Yang terpenting adalah cukup nutrisi agar tubuh kuat menjalani puasa dan pikiran tetap fokus beraktivitas.
Penutup
Menyiapkan menu sahur antiribet bukan berarti mengorbankan kualitas makanan. Dengan sedikit perencanaan dan persiapan bahan, waktu memasak bisa dipangkas tanpa mengurangi nilai gizi.
Bagi ibu yang juga ingin tetap produktif selama Ramadan, meal prep sederhana adalah strategi yang sangat membantu. Dengan meal prep, energi tidak terkuras di dapur. Dengan begitu masih ada energi untuk melakukan hal-hal yang lebih utama.
Pada akhirnya, Ramadan bukan tentang menyajikan menu yang sempurna setiap hari. Akan tetapi tentang bagaimana kita mengatur prioritas, menjaga energi, dan menjalani hari-hari puasa dengan lebih tenang dan terarah.
Semangat ya, Ma!