Meja Kerja Semrawut Bikin Uring-uringan dan Ikhtiar Membenahinya Bersama ASUS AiO PC V400 Series

Pernah nggak sih merasa pikiran selalu penuh sehingga pekerjaan tidak selesai dengan maksimal? Alhasil uring-uringan terus sepanjang waktu. Rasa-rasanya waktu selalu kurang. Pikiran ruwet sekali.

Kelihatannya sibuk, tapi tidak benar-benar produktif. Daftar pekerjaan ada, waktu tersedia, tapi banyak pekerjaan tertunda. Bukan karena malas, tapi karena fokus yang kerap buyar. Inilah yang saya sering saya alami beberapa waktu belakangan.

Sebagai ibu yang mencari cuan dari rumah, saya terbiasa hidup di antara banyak peran. Menjadi penulis, pengatur rumah, sekaligus penopang ritme keluarga. Namun, itu tadi, pekerjaan kerap tertunda, fokus mudah runtuh, dan lelah datang lebih cepat.

Saya sempat menyalahkan rutinitas rumah yang tak pernah benar-benar berhenti. Urusan anak, deadline pekerjaan, pekerjaan domestik, dan beragam aktivitas lain datang silih berganti. Sampai suatu hari, pandangan saya tertumbuk pada meja kerja yang setiap hari saya gunakan.

Di sana, aneka barang bertumpuk tanpa aturan. Laptop, tablet anak, kabel charger, buku catatan, hingga perlengkapan sekolah bercampur menjadi satu. Barangkali, di situlah sumber keruwetan pikiran dan hari-hari yang kerap diwarnai uring-uringan. Meja kerja yang tak pernah benar-benar saya bereskan.

Meja Kerja Rapi Bisa Meningkatkan Ketelitian

Ilustrasi meja kerja berantakan/ Foto: Canva

Baru-baru ini saya membaca sebuah penelitian tentang bagaimana kondisi lingkungan kerja memengaruhi tingkat ketelitian seseorang dalam bekerja. Individu dengan tingkat conscientiousness -ketelitian, kedisiplinan diri, dan kecenderungan pada keteraturan- yang tinggi, akan lebih nyaman berada di lingkungan kerja yang rapi.

Rasa nyaman itu bukan perkara sepele. Ketika lingkungan kerja mendukung, ketelitian meningkat dan fokus lebih terjaga. Dampaknya, pekerjaan bisa diselesaikan dengan lebih efektif. Orang dengan karakter seperti ini cenderung meminimalkan kesalahan saat ruang kerjanya tidak dipenuhi distraksi visual.

Saya juga membaca sebuah tulisan di LinkedIn yang menyebutkan bahwa ruang kerja yang bersih dan tertata mampu menghadirkan ketenangan dan kejernihan berpikir. Meja kerja yang rapi membantu pikiran berkonsentrasi pada hal-hal penting. Dampaknya, fokus meningkat, produktivitas bertambah, dan kualitas kerja pun menjadi lebih baik.

Tak hanya itu, ruang kerja yang terorganisasi juga mendukung alur kerja lebih efisien. Dengan kondisi yang ringkas dan tertata, waktu yang biasanya terbuang untuk mencari-cari barang terselip bisa ditekan. Alhasil, waktu dapat dialokasikan secara lebih optimal dan produktivitas meningkat.

Hmm, ternyata dugaan saya tidak meleset. Meja kerja yang berantakan inilah yang membuat saya mudah uring-uringan dan kerap melakukan kesalahan. Saya lantas menatap meja kerja itu dengan perasaan campur aduk.

Meja ini memang sering berganti peran sepanjang hari. Ada kalanya menjadi pusat kerja saya sebagai penulis. Di waktu lain, berubah menjadi meja belajar anak, lengkap dengan tablet dan buku-bukunya. Tak lama kemudian, kembali lagi menjadi meja kerja dengan tumpukan kabel dan catatan yang belum sempat dibereskan. Tak heran jika pikiran ikut terasa semrawut.

Menata Ulang Meja Kerja agar Tak Lagi Bikin Uring-uringan

Ilustrasi merapikan meja kerja/ Foto: Canva

Akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan sederhana, bahwa yang perlu dibenahi bukan hanya jadwal atau cara bekerja, tetapi juga meja kerja. Jika ingin pikiran lebih jernih dan pekerjaan tak lagi terbengkalai, maka meja kerja ini harus diberi jeda untuk bernapas.

Sempat terpikir untuk mengganti meja kerja dengan ukuran lebih besar. Pasti akan lebih lega. Namun, saya sadar bahwa membenahi itu tidak selalu mengganti yang kecil dengan yang besar. Justru seharusnya saya bisa memaksimalkan meja yang ada dengan cara fungsional dan realistis.

Berikut beberapa langkah sederhana yang saya coba terapkan agar meja kerja tak lagi menjadi sumber uring-uringan:

1. Mengosongkan Meja Setiap Selesai Digunakan

Selama ini, setiap kali meja kerja berganti fungsi, perlengkapan hanya saya geser ke pinggir. Bukan benar-benar dirapikan. Kebiasaan kecil yang tampak sepele, tapi justru jadi biang keruwetan.

Saya pun mulai membuat kesepakatan sederhana dengan diri sendiri dan anak-anak. Setiap selesai digunakan, meja harus kembali kosong. Jika saya selesai bekerja, laptop, catatan, dan kabel harus segera dibereskan. Meja pun siap digunakan anak untuk belajar.

Begitu pula sebaliknya. Setelah anak selesai belajar dengan tablet dan buku-bukunya, semua dikembalikan ke tempat semula. Meja kembali bersih.

Meja yang kosong memberi rasa tenang. Seolah menghadirkan jeda sebelum memulai peran berikutnya. Tentu ini menjadi awal baru yang membuat pikiran lebih siap memulai aktivitas.

2. Menata Perlengkapan Sesuai Fungsi

Alat tulis, buku catatan, charger, dan perangkat kerja diberi tempat masing-masing. Benda-benda yang sering dipakai diletakkan di tempat yang mudah dijangkau.

Sementara itu, barang-barang lain yang jarang digunakan disimpan di dalam storage. Dengan demikian, tak ada lagi acara bongkar-bongkar hanya untuk mencari satu kabel.

3. Membereskan Dokumen Fisik dan Digital Sekaligus

Kerapian tidak berhenti di atas meja. Dokumen fisik yang sudah selesai digunakan langsung saya arsipkan, agar tidak kembali menumpuk di mana-mana. Tidak ada lagi kertas yang dibiarkan “dibereskan nanti saja”. Pokoknya, rapikan sekarang juga!

Di layar pun berlaku hal yang sama. Tab browser yang tak lagi diperlukan ditutup, file di desktop dirapikan ke dalam folder sesuai kategori. Saya yakin, ruang digital yang bersih membantu otak bekerja lebih fokus dan efisien.

Saya juga mulai membiasakan diri menyimpan dokumen penting di cloud. Dengan begitu, ketika harus berganti perangkat atau bekerja dari luar rumah, semua file tetap mudah diakses tanpa perlu ribet memindahkan data.

Kerapian fisik dan digital ini harus berjalan beriringan. Sebab, keduanya sama-sama berperan menjaga ritme kerja tetap tenang dan terkontrol.

4. Menutup Hari dengan Meja Rapi

Setelah selesai bekerja, kami mengelap layar, keyboard, dan permukaan meja rutin secara rutin. Saya dan anak-anak juga berusaha menutup hari dengan pikiran jernih. Caranya adalah dengan menuliskan prioritas esok hari.

Meja yang rapi dan rencana yang jelas membuat kami menutup hari dengan perasaan lebih terkendali. Rasanya jadi lebih plong.

5. Meringkas Meja Kerja

Saya juga berusaha memegang prinsip bahwa meja kerja bukan gudang. Laptop yang sudah selesai dipakai saya masukkan kembali ke tasnya. Selain rapi, cara ini memudahkan saya jika sewaktu-waktu harus bekerja dari luar rumah.

Tablet anak pun tidak lagi dibiarkan tergeletak di meja. Saya kembalikan ke mobil, karena memang di situlah perangkat itu paling sering digunakan. Dengan mengembalikan barang ke tempatnya masing-masing, meja kerja jadi jauh lebih lega.

Sekarang, meja terasa lebih lapang. Sayangnya, setiap kali peran berganti, perangkat ikut berpindah-pindah. Laptop keluar-masuk tas. Demikian pula tablet yang digunakan anak untuk les secara online. Meja yang sudah rapi kerap kembali penuh karena harus menyesuaikan kebutuhan orang yang berbeda.

Di titik itulah saya mulai berpikir, mungkin yang kami butuhkan bukan sekadar meja yang rapi, melainkan satu workstation yang bisa benar-benar stay di tempat. Satu layar yang selalu siap digunakan siapa saja. Tidak perlu dipindah-pindah dan tetap terlihat estetik di rumah mungil kami.

Kebutuhan akan ruang kerja yang ringkas, rapi, sekaligus fleksibel inilah yang kemudian membawa saya melirik ASUS PC V400 AiO Series. Saya rasa ini adalah perangkat paling tepat yang bisa mengurangi keruwetan di meja kerja.

ASUS V400 AiO Series, All-in-One PC Terbaik untuk Workstation Multifungsi dan Estetik

ASUS V400 AiO Series/ Foto: dok. ASUS

Kenapa harus PC? PC yang menetap menghadirkan rasa “selesai”. Satu perangkat di satu tempat. Tidak perlu bongkar tas. Tidak perlu colok-lepas kabel. Juga tidak ada drama lupa menaruh perangkat.

Dengan format all-in-one seperti ASUS V400 AiO Series, semua menyatu dalam satu layar. Jika biasanya PC memiliki CPU terpisah dan kabel yang berseliweran, tidak demikian halnya dengan ASUS V400 AiO Series.

Keren banget! Jadi hemat ruang, minim kabel, dan tampilan pun lebih estetik. Performa juga tetap mumpuni untuk bekerja, belajar, hingga hiburan keluarga, tanpa membuat meja penuh sesak.

Lantas, kenapa harus ASUS V400 AiO Series? Saya sudah mempelajarinya nih. Berikut ini sejumlah alasan yang menjadikan PC ASUS ini menjadi solusi workstation yang multifungsi dan estetik.

1. Perangkat Ringkas dengan Ukuran Layar Besar

Bekerja dengan layar adalah makanan sehari-hari freelance writer seperti saya. Namun, untuk bekerja di rumah, sepertinya mata lebih nyaman bekerja menggunakan layar besar. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi menjaga agar mata tak cepat lelah.

Itu makanya, All-in-One (AiO) PC menjadi solusi yang paling masuk akal. Satu layar besar yang menetap, ringkas, tapi tetap lega dipandang.

Apalagi nih, ASUS All-in-One PC V400 Series (V440/V470) hadir dengan dua pilihan ukuran layar, yakni 24 inci dan 27 inci. Ukuran besar yang tentunya langsung memberi napas lega saat bekerja. Saya pribadi lebih memilih yang ukuran layarnya paling besar, yakni 27 inci.

Layar luas, tampilan rapi, dan cukup fleksibel untuk dipakai bergantian. Desainnya pun tipis, hanya 36,5 mm.

Bezel layar juga lebih tipis dibanding generasi sebelumnya, sehingga tampilan keseluruhan lebih ramping dan modern. Hal itu membuat V400 Series cocok ditempatkan di rumah, kantor, atau ruang kerja modern mana pun, tanpa mengganggu tata letak interior.

Satu lagi, ada opsi touchscreen dan non-touchscreen juga lho. Bebas pilih sesuai kebutuhan. Kalau saya sih pilih yang touchscreen, karena memang butuh yang praktis dan cepat untuk berinteraksi dengan layar.

2. Mendukung Multitasking: Menulis hingga Edit Video Lancar Jaya

Bekerja dari rumah artinya harus siap berpindah peran dalam waktu singkat. Pagi hari menulis artikel dengan beberapa tab riset terbuka bersamaan. Lalu, di siang hari menyunting naskah. Kemudian, di malam hari beralih mengedit video untuk kebutuhan konten.

Di titik inilah performa ASUS All-in-One PC V400 bakal sangat membantu. Layar besar memberi ruang visual yang lega. Proses menulis pun jadi lebih nyaman dan fokus tetap terjaga, meski harus membuka banyak tab sekaligus.

Apalagi ASUS V400 Series hadir dengan prosesor hingga Intel® Core™ i7, RAM DDR5 sampai 64 GB, dan SSD hingga 2 TB. Ini menjadikannya sebagai andalan untuk multitasking hingga hiburan sehari-hari tanpa hambatan. Saat berpindah ke aktivitas yang lebih berat seperti mengedit video, transisinya sudah pasti mulus. Wah, nggak akan ada drama perangkat nge-lag yang mengganggu kerja.

Tak hanya itu, konektivitasnya juga lengkap dan future-ready. Dengan port HDMI in & out, USB A, USB C, slot SD dan microSD, serta dukungan WiFi 6E, perangkat ini memastikan koneksi tetap cepat dan stabil.

Senang banget, semua bisa dilakukan di satu workstation yang menetap. Pekerjaan jadi lebih smooth, kepala pun terasa lebih tenang. Dengan demikian, tidak lagi uring-uringan karena teknis yang seharusnya bisa dihindari.

3. Zoom Meeting Berjalan Lebih Nyaman dari Meja Kerja Rumah

Ada lho saat saya merasa Zoom meeting justru menjadi sumber stres baru. Pencahayaan rumah yang berubah-ubah, suara latar yang sulit dikendalikan, hingga rasa kurang percaya diri saat harus tampil di layar. Namun, di sinilah peran ASUS All-in-One PC V400 Series (V440/V470) membuat semuanya jadi berbeda.

Kamera berbasis AI membantu saya tampil lebih siap. Pencahayaan otomatis menyesuaikan kondisi ruangan. Sementara itu, latar belakang bisa dibuat lebih samar sehingga suasana rumah tidak ikut “masuk” ke dalam layar. Tatapan mata juga terasa lebih natural, seolah benar-benar berbicara langsung dengan lawan bicara di seberang layar.

Tak hanya visual, urusan suara pun terasa lebih tenang. Teknologi AI noise-canceling audio menyaring kebisingan rumah. Biasanya kan saya harus bolak-balik mengeluarkan suara, “Ssst! Mama sedang ada Zoom,” pada anak-anak yang riuh karena bercanda.

Meeting berjalan lebih lancar. Webinar pun terasa lebih nyaman, dan komunikasi tak lagi terganggu hal-hal kecil yang sering memicu uring-uringan.

4. Aman, Tidak Khawatir Soal Privasi dan Data

Menggunakan perangkat secara bergantian untuk saya bekerja dan anak belajar membuat urusan keamanan jadi hal yang tidak bisa diabaikan. Gimana enggak? Ada dokumen kerja, akun penting, hingga aktivitas daring anak yang semuanya bertemu di satu perangkat.

Namun, ASUS All-in-One PC V400 Series (V440/V470) menjawab keresahan itu. Pasalnya, PC V400 Series menghadirkan kamera retractable yang bisa ditutup secara manual kapan saja.

Saat tidak dipakai untuk video call atau kelas daring, kamera dapat ditutup sepenuhnya sehingga tidak terlihat. Sederhana, tapi memberi ketenangan tersendiri, lantaran tidak ada rasa diawasi yang bikin over thinking.

Perlindungan juga hadir di balik layar. Chip TPM 2.0 membantu mengamankan proses otentikasi sekaligus mengenkripsi data sensitif. Dokumen kerja, file penting, dan informasi pribadi tersimpan lebih aman dari risiko akses yang tidak diinginkan.

Tak hanya itu, adanya slot kunci Kensington Nano untuk menambah lapisan keamanan fisik. So, perangkat tetap terlindungi meski digunakan banyak orang. Kombinasi keamanan digital dan fisik ini membuat ASUS All-in-One PC V400 bikin semakin terasa pas sebagai workstation keluarga.

5. Akhir Pekan Lebih Seru dengan Hiburan Imersif untuk Anak-Anak

Saat akhir pekan tiba, meja kerja di rumah kami kembali berganti peran. Anak-anak berkumpul di sana, kadang saya dan suami ikut serta, untuk menikmati waktu bersama. Setelah melakukan kewajibannya, anak-anak boleh memilih film favorit atau memutar video kesukaan mereka.

ASUS All-in-One PC V400 Series (V440/V470) menghadirkan pengalaman hiburan yang terasa lebih hidup. Speaker stereo hi-fi dengan desain bass-reflex menghasilkan suara yang lebih dalam dan bertenaga. Suaranya tidak cempreng, meski volume ditambah. Anak-anak bisa menikmati tontonan dengan lebih jelas, sementara saya tak perlu repot menambah speaker eksternal.

Dukungan Dolby® Atmos membuat suara terasa menyebar dan mengelilingi ruangan. Dialog terdengar jernih, musik lebih terasa, dan efek suara jadi lebih nyata. Menonton film, mendengarkan musik, atau sekadar menikmati konten hiburan bersama pun terasa lebih imersif. Semua bisa dinikmati tanpa harus membuat ruang kerja berubah jadi berantakan.

Nggak berhenti di situ saja, ASUS AiO V400 juga menawarkan pengalaman visual yang memanjakan mata. Layar NanoEdge-nya memiliki sudut pandang hingga 178 derajat, sehingga gambar tetap terlihat jelas dari berbagai sudut.

Akurasi warna 100% sRGB memastikan tampilan warna lebih hidup dan realistis. Ideal banget untuk menulis, mendesain, atau menonton film favorit.

Tidak cuma itu, V400 Series juga mengantungi sertifikasi TÜV Rheinland, yang menjamin kenyamanan mata saat digunakan dalam jangka waktu lama. Ditambah dukungan teknologi ASUS Splendid menghadirkan warna yang lebih hidup dan kontras yang optimal. Dengan kombinasi ini, menikmati film atau video jadi lebih menyenangkan dan nyaman.

6. Layanan Purna Jual yang Menenangkan

Dengan garansi resmi ASUS 2 tahun on-site, kita tidak perlu khawatir jika ada kendala pada perangkat. Ada juga opsi Accidental Damage Protection untuk perlindungan ekstra. Teknisi ASUS siap datang ke lokasi atau kita bisa mengunjungi ASUS Service Center terdekat. Hmm, menenangkan sekali, ya!

Penutup

ASUS V400 AiO Series/ Foto: dok. ASUS

Wahai para Mama freelancer, jika suatu ketika pikiran ruwet dan bawaannya uring-uringan, cobalah lihat meja kerja. Siapa tahu penyebabnya adalah kekacauan di meja tersebut.

Saya sendiri pun akhirnya sadar akan satu hal. Meja kerja rapi itu bukan cuma enak dipandang, tapi bikin hati ikut adem. Pikiran jadi nggak gampang kusut, kerjaan lebih fokus, dan rumah terasa lebih teratur meski isinya tetap ramai.

Memiliki workstation yang tepat mengambil peran. Bukan hanya estetik, tetapi juga fungsional, aman, dan mampu mengikuti dinamika aktivitas keluarga dari pagi hingga malam. Satu layar, satu pusat aktivitas, tanpa harus berulang kali membereskan perangkat yang berpindah-pindah

Punya satu workstation yang nggak ribet kapan pun dibutuhkan itu ternyata menolong banget. Nggak perlu lagi keluar-masukkan laptop dari tasnya, menggeser tablet, atau kabel yang berserakan di atas meja. Semua bisa gantian pakai. Dari saya yang nulis, anak-anak yang belajar, sampai mengakses hiburan bareng di akhir pekan.

Buat ibu-ibu yang hidupnya serba multitasking, punya perangkat yang rapi, aman, dan bisa diandalkan itu rasanya seperti punya asisten pribadi. Tertolong banget, jadi nggak perlu menghabiskan energi untuk uring-uringan. Aktivitas sehari-hari pun berjalan lebih lancar. ASUS V400 Series, AiO PC terbaik untuk di rumah dan di tempat kerja.

ASUS V400 Series tersedia resmi di Indonesia, baik di ASUS Exclusive Store maupun ASUS Online Store resmi, sehingga mudah dijangkau dan tepercaya. Nah, untuk yang ingin membenahi meja kerja sekaligus ritme kerja di rumah, informasi lengkap tentang ASUS All-in-One PC V400 Series bisa dilihat di ASUS Official Store. Langsung cek, yuk!

Referensi

ASUS. ASUS All-in-One PC V400 (V440/V470) Series, All-in-One PC Tipis dan Estetik untuk Produktivitas Harian [Press release].

Mateo, R., Hernandez, J. R., Jaca, C., & Blazsek, S. (2013). Effects of Tidy/Messy Work Environment on Human Accuracy. Management Decision, 51(9), 1861-1877. https://doi.org/10.1108/MD-02-2013-0084

Ellis, S. (2023, 15 Juli). Why a Messy Desk is Killing Your Productivity. LinkedIn. https://www.linkedin.com/pulse/why-messy-desk-killing-your-productivity-dr-scott-ellis-dba-llm/

Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog “ASUS AiO V400, The Most Aesthetic Workstation!” yang diadakan oleh Travelerien.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.