3 Amalan Kecil Berpahala Besar di Bulan Ramadan yang Sering Saya Lakukan

Ramadan selalu menghadirkan semangat baru untuk memperbaiki diri. Namun, saya menyadari bahwa tidak selalu mudah melakukan amalan besar setiap hari.

Karena itu, saya memilih fokus pada amalan kecil yang ringan, Jangan salah, meski kecil, jika dilakukan dengan istiqamah, justru bisa menjadi sumber pahala besar.

Ada tiga amalan sederhana yang sering saya lakukan saat Ramadan. Tidak membutuhkan waktu panjang, dan bisa dilakukan di sela aktivitas harian selama Bulan Suci.

1. Memperbanyak Zikir dan Doa di Bulan Ramadan

Amalan kecil berpahala besar saat Ramadan/ Sumber: Canva

Zikir dan doa adalah amalan paling ringan, tetapi sering kali justru terlewat. Padahal, keduanya bisa dilakukan kapan saja. Kita bisa zikir dan doa sambil menunggu waktu berbuka puasa, setelah salat, ketika berkendara, bahkan ketika sedang memasak.

Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa dzikir tidak dibatasi waktu dan tempat. Justru semakin sering kita mengingat Allah, semakin lembut hati kita.

Tentang keutamaan zikir di bulan Ramadan, terdapat riwayatnya. Suatu kali seorang sahabat bertanya tentang puasa yang paling besar pahalanya kepada Nabi Muhammad, SAW. Beliau menjawab bahwa yang paling besar pahalanya adalah orang yang paling banyak dzikirnya di bulan Ramadan, baik laki-laki maupun perempuan. (HR. Al-Baihaqi)

Selain itu, Rasulullah juga bersabda: “Ada tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.” (HR. Tirmidzi)

Artinya, Ramadan adalah momen emas untuk memperbanyak doa. Di saat lapar dan haus, justru doa memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah.

Lalu, saat hati kita gundah dan tubuh lelaj, zikir bisa membantu memusatkan perhatian lho. Hasilnya, hati terasa lebih ringan saat tatkala kita terus mengingat Allah.

Amalan ini mungkin terlihat kecil. Namun, jika dilakukan sepanjang hari, pahalanya bisa terus mengalir tanpa terasa berat.

2. Menyegerakan Berbuka dan Mengakhirkan Sahur

Ilustrasi menyegerakan berbuka puasa/ Sumber: Canva

Amalan kedua yang saya jaga adalah menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur sesuai sunnah. Rasulullah bersabda: “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis lain disebutkan: “Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menyegerakan berbuka bukan berarti tergesa-gesa membatalkan puasa. Lebih dari itu, ini adalah bentuk ketaatan kepada sunnah. Begitu azan maghrib berkumandang, kita dianjurkan langsung membatalkan puasa, meski hanya dengan kurma atau air.

Sementara itu, dalam riwayat sahih disebutkan bahwa jarak antara sahur Rasulullah dan azan subuh sekitar waktu membaca 50 ayat Al-Qur’an. (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa beliau mengakhirkan sahur hingga mendekati waktu subuh.

Selain bernilai ibadah, pola ini juga membantu menjaga stamina lebih baik. Tubuh mendapatkan asupan lebih dekat dengan waktu puasa dimulai, sehingga energi lebih terjaga di siang hari.

3. Salat Sunnah sebagai Amalan Ringan, seperti Dhuha dan Witir

Amalan kecil berpahala besar saat Ramadan/ Sumber: Canva

Selain shalat wajib dan tarawih, saya berusaha menjaga salat sunnah yang ringan dilakukan yakni dhuha dan witir.

Tentang salat dhuha, Rasulullah bersabda: “Pada setiap pagi, setiap persendian salah seorang dari kalian wajib bersedekah… dan dua rakaat dhuha mencukupi semua itu.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan dhuha. Hanya dua rakaat, tetapi nilainya seperti bersedekah atas seluruh persendian tubuh kita.

Sementara salat witir menjadi penutup ibadah malam. Rasulullah bersabda: “Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Witir bisa dilakukan satu rakaat saja. Ringan, singkat, tetapi memiliki nilai istimewa karena menjadi penutup ibadah malam.

Penutup

Ramadan adalah bulan yang memungkinkan pahala kita dilipatgandakan. Jadi, sayang banget kalau kita sia-siakan.

Untuk mendulang pahala tidak harus melakukan ibadah yang terasa besar dan sulit. Karena sebetulnya, ibadah yang kecil atau ringan tapi dilakukan secara konsisten justru lebih dicintai Allah.

Di tengah kesibukan sebagai ibu dan istri, saya mungkin tidak selalu mampu melakukan ibadah panjang setiap hari. Namun saya tetap berusaha menjaga dzikir di sela aktivitas, menyegerakan berbuka sesuai sunnah, mengakhirkan sahur , serta menutup hari dengan salat sunnah yang sederhana.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu memanfaatkan Ramadan dengan penuh keikhlasan.

Challenge Menulis IIDN

Leave A Reply

Your email address will not be published.


Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.