5 Cara Hindari Gagal Fokus Agar Produktif di Rumah

Menjaga fokus agar tetap produktif di rumah terkadang terasa menantang. Eh, ini saya saja atau Mama yang lain merasakan juga?

Sebagai seorang freelance writer yang juga ibu dengan dua anak kadang ngos-ngosan. Apalagi saat deadline tiba. Si bayi seolah enggan melihat mamanya bekerja. Sedangkan si sulung mencari-cari perhatian. Huaaa! Rasanya kepala mau meledak.

Belum lagi cucian yang menggunung. Makan siang yang belum juga disiapkan. Rumah berantakan. Semua kekacauan rumah rasanya ada semua di rumah kami.

Bagaimana ya caranya agar tak gagal fokus sehingga tetap produktif di rumah? Nah, berikut ini saya rangkum caranya dari berbagai sumber.

1. Hindari Menjadi Sibuk Agar Tak Gagal Fokus

Menghindari gagal fokus/ People photo created by freepik – www.freepik.com

Ternyata, Ma, sibuk sepanjang waktu adalah biang keladi menguapnya kegiatan produktif di rumah. Jadi kayaknya kita perlu nih berefleksi untuk memastikan bahwa hari-hari kita sibuk saja atau benar-benar produktif.

mother.ly menyarankan untuk membuat jurnal sehingga kita tahu waktu digunakan untuk apa saja. Sejak bangun tidur hingga akan tidur di malam hari, semua aktivitas dan waktu melakukannya harus dicatat. Hal ini perlu dilakukan selama seminggu.

Nah, dari situ, kita akan tahu apakah waktu sudah digunakan secara efektif. Jangan-jangan nih, kita sibuk di depan laptop, tapi yang dibuka adalah Facebook. Lalu kita malah asyik membaca kisah-kisah dan status teman di Facebook. Jika begini, kita memang tampak sibuk, namun sama sekali tidak produktif.

2. Tak Lagi Gagal Fokus dengan Membuat Kegiatan Rutin

Menghindari gagal fokus/ Foto: Thought Catalog on Unsplash

Sebenarnya otak kita menyukai hal-hal yang terencana dan bersifat rutin. Karena itu, ada baiknya kita menghindari gagal fokus dengan menyusun kegiatan rutin.

Dari jurnal pantauan kegiatan selama seminggu, kita bisa membuat jadwal harian. Mama bisa memanfaatkan aplikasi digital planner di handphone. Bisa juga dengan membuatnya di buku tulis. Senyamannya kita saja.

Untuk kegiatan esok hari, sudah dijadwalkan sehari sebelumnya. Hal penting yang perlu diingat adalah jangan ambisius melakukan semua hal di satu hari. Kita perlu mengukur kemampuan dan waktu yang tersedia.

Baca tulisan menarik lainnya, yuk: Katanya Bekerja dari Rumah Lebih Santai, Bagaimana Menurutmu?

Iseng ah, saya susun jadwal untuk esok hari.

05.00 Bangun dan salat subuh.
05.30 Menyiapkan sarapan: donat dan pao kukus. Si sulung harus sudah mandi.
06.00 Memandikan bayi, menyuapi, dan sarapan bersama.
06.30 Masak: ayam goreng dan balado kentang sosis.
07.00 Nyapu + ngepel. Si sulung mulai presensi, salat dhuha dan dzikir pagi. Mandi.
08.00 – 12.00 Menemani sulung sekolah dan bermain bersama bayi.
12.00 – 13.00 Salat dzuhur dan makan siang bersama.
14.00 – 15.00 Aktivity & main bersama anak-anak/ tidur siang/ melipat pakaian.
15.30 – 16.30 Salat ashar, memberi camilan untuk bayi.
17.00 Memandikan bayi.
18.00 – 19.30 Salah maghrib, makan malam, cuci piring, salat isya.
20.00 Masuk kamar
Setelah anak-anak tidur – 02.00: bekerja lepas.

3. Gunakan Alarm Agar Tak Gagal Fokus

Menghindari gagal fokus/ Foto: Laura Chouette on Unsplash

Sebagai pengingat jadwal yang telah disusun kita bisa manfaatkan alarm. Sebaiknya alarm ini dipasang bersamaan dengan saat kita menyusun jadwal ya, Ma, sehingga tidak ada yang terlewat.

Organized Motherhood menyarankan untuk menggunakan post it untuk mencatat hal-hal kecil yang mungkin terlupakan. Misalnya kita perlu membayar iuran sampah, atau membayar les anak, atau belanja kebutuhan online, bisa ditulis di post it.

Tak hanya untuk Mama, pengingat kecil seperti ini juga bisa digunakan untuk seisi rumah. Kita hanya perlu menggunakan warna post it yang berbeda agar ketahuan siapa pemilik tugas tersebut.

Jangan lupa untuk memberikan tanda centang untuk semua hal yang telah dilakukan sesuai jadwal ya, Ma. Rasanya menyenangkan jika melihat tanda centang yang berjajar-jajar. Jangan sampai malah kebanyakan tanda silang yang artinya tidak kita lakukan.

Jadwal ini akan membantu membuat hidup kita lebih produktif dan bermakna. Gagal fokus insyaallah bisa banget direduksi.

4. Cukup Tidur dan Istirahat

Menghindari gagal fokus/ Foto: elizabeth lies on Unsplash

Gagal fokus bisa terjadi jika kita kurang tidur dan istirahat. Untuk itu, kita harus banget memenuhi kebutuhan tidur dan istirahat.

Dengan jadwal yang baik, pekerjaan domestik tak akan lagi terasa tiada habisnya. Dengan begitu, Mama bisa punya waktu untuk tidur siang dan juga tidur malam yang lebih baik.

Dikutip dari Harvard Health Publishing, kurang tidur membuat seseorang berkurang perhatian dan konsentrasinya. Hal itu membuat lalai atau lupa, serta tidak mampu menanggapi sinyal lingkungan dengan baik. Alhasil tidak dapat menerima informasi baru atau bereaksi terhadap situasi berbahaya.

Pakar kesehatan tidur dr. Lawrence Epstein mengungkap tidak tidur selama 48 jam bisa merusak kemapuan kognitif. Kondisi orang yang kurang tidur semacam itu bahkan mirip dengan orang dengan konsentrasi alkohol 0,1 persen dalam darahnya.

Sejumlah penyakit juga mengintai akibat kurang tidur. Misalnya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan bahkan kematian dini.

5. Membuat Prioritas

gagal-fokus
Menghindari gagal fokus/ Baby photo created by tirachardz – www.freepik.com

Beberapa bulan ini saya ambil banyak kerjaan lepas. Di saat yang sama, saya mengikuti kelas online. Di waktu yang sama pula, saya ikut berbagai tantangan di dunia maya. Akibatnya apa? Banyak yang tidak terpegang.

Intinya sih memang jangan meng-iya-kan semua tawaran. Membuat prioritas penting sekali agar tidak mudah gagal fokus.

Kadang kita meng-iya-kan semua tawaran atau permintaan untuk menghindari kekecewaan seseorang. Namun, jarang disadari saat kita mengatakan ‘ya’ terlalu banyak, orang juga akan kecewa karena kita tidak dapat melakukan yang terbaik.

Setelah membuat prioritas, kita perlu juga mendelegasikan beberapa pekerjaan. Nggak mungkin kita melakukan semua. Jadi bisa mendelegasikan tugas tertentu pada suami, pada anak, atau membayar orang untuk melakukannya.

Buat saya, pekerjaan terberat adalah menyeterika baju. Ditambah ada bayi yang sedang aktif-aktifnya, menyeterika semakin terasa berat. Sebelum pandemi, saya memiliki laundry langganan. Namun, kini terpaksa tidak pakai jasanya. Lalu, pakaian banyak yang tidak diseterika deh jadinya. Untung di rumah saja, jadi tidak perlu pakaian rapi sekali.

Bagaimana dengan Mama, hal apa yang paling sering gagal fokus sehingga kurang produktif di rumah? Bila ada tambahan ide, boleh dibagikan di kolom komentar ya, Ma.

Referensi:

Mother. Focus, mama: 6 tips that will make you work more efficiently. https://www.mother.ly/work/focus-mama-6-tips-that-will-make-you-work-more-efficiently diakses pada 7 Februati 2021.

Organized Mother. HOW TO FOCUS YOUR LIFE AS A BUSY MOM. https://www.organizedmotherhood.com/how-to-focus-your-life/ diakses pada 7 Februati 2021.

Very Well Family. 8 Effective Time Management Tips for Moms. https://www.verywellfamily.com/time-management-tips-for-moms-3145160 diakses pada 7 Februati 2021.

Harvard Health Publishing. Sharpen thinking skills with a better night’s sleep. https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/sharpen-thinking-skills-with-a-better-nights-sleep diakses pada 7 Februati 2021.

Leave A Reply

Your email address will not be published.