Perkembangan Motorik Kasar: Arti Penting dan Tahapannya

Bergerak memiliki arti penting bagi perkembangan bayi dan balita. Nah, untuk bergerak, butuh kemampuan motorik kasar. Lantas seperti apa ya perkembangan motorik kasar anak sesuai usia?

Ya, anak-anak memang diharapkan mengembangkan keterampilan motorik tertentu di tiap tahapan usia. Kendati demikian, perlu dipahami bahwa tidak setiap anak akan mencapai tahap keterampilan motorik kasar di waktu yang bersamaan.

Tulisan ini tentu bukan untuk membandingkan anak yang satu dan lainnya. Akan tetapi untuk memahami adakah red flag dalam perkembangan si kecil.

Apa Itu Perkembangan Motorik Kasar?

perkembangan-motorik-kasar
Ilustrasi balita berjalan/ Foto: Canva

Keterampilan motorik kasar merupakan kemampuan fisik yang memungkinkan seseorang menggerakkan dan mengkoordinasikan tubuhnya. Untuk melakukan motorik kasar, manusia menggunakan otot-otot besar di tubuhnya, seperti yang ada di kaki, lengan, dan badan.

Keseimbangan, koordinasi, waktu reaksi, dan kekuatan fisik merupakan sederet aktivitas yang memerlukan otot besar.

Keterampilan motorik kasar memerlukan koordinasi dan fungsi yang tepat dari beberapa bagian tubuh. Bagian yang terlibat yakni:

Otot rangka, untuk kekuatan dan tenaga suatu gerakan.
Tulang, untuk struktur tubuh dan tempat otot menempel.
Saraf, merupakan “pembawa pesan” dari otak yang memberi tahu otot tentang kapan dan bagaimana harus bergerak.

Keterampilan motorik kasar berbeda dari keterampilan motorik halus, meskipun rangkaian keterampilan ini tampak serupa. Ini karena keterampilan motorik kasar maupun halus sama-sama melibatkan penggunaan otot dan perencanaan motorik.

Keterampilan motorik kasar dan motorik halus dikendalikan oleh bagian otak yang berbeda. Bayi mengembangkan keterampilan motorik kasar terlebih dahulu, sebelum mengembangkan keterampilan motorik halus.

Arti Penting Perkembangan Motorik Kasar

perkembangan-motorik-kasar
Ilustrasi balita merangkak/ Foto: Canva

Perkembangan motorik kasar yang baik memungkinkan anak melakukan gerakan yang dibutuhkan sehari-hari. Bahkan untuk bermain aktif, seorang anak menggunakan keterampilan ini.

Manfaat bermain aktif bagi anak tidak sekadar membuat badannya berkeringat dan bugar. Lebih dari itu, bermain juga bisa mendukung tumbuh kembang, mengembangkan kecerdasan intra dan interpersonal, mengasah kemampuan indranya, dan merangsang kreativitas.

Keterampilan motorik kasar memungkinkan anak menjelajahi lebih jauh lingkungan sekitarnya. Hal ini memberikan lebih banyak kesempatan untuk belajar dan melakukan berbagai hal. Melalui keterlibatannya dalam berbagai aktivitas fisik, anak bisa melalui tahap-tahap perkembangan sesuai usianya.

Keterampilan motorik kasar juga sangat penting untuk mobilitas, kemandirian, dan kesehatan anak secara keseluruhan. Jika anak mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan terkait keterampilan motorik kasar, dapat berdampak pada beberapa bidang kehidupannya. Anak-anak bisa kesulitan melakukan tugas-tugas penting. Selain itu, dapat mengganggu kepercayaan diri dan harga dirinya.

3 Jenis Gerakan Motorik Kasar

perkembangan-motorik-kasar
Ilustrasi anak belajar jalan/ Foto: Canva

Gerakan motorik kasar terbagi dalam tiga jenis. Simak yuk jenis dan contohnya.

  1. Lokomotor

Gerakan motorik kasar lokomotor berarti berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Contoh gerakan lokomotor adalah berguling, merangkak dengan perut, merangkak dengan tangan dan lutut, berlari, berjalan, memanjat, dan melompat.

  1. Statis

Merupakan gerak di tempat. Contoh gerakan statis adalah berdiri dengan satu atau kedua kaki, mendorong, menarik, mengayun, dan memutar anggota tubuh.

  1. Manipulasi

Gerakan manipulasi berarti menggerakan anggota badan dengan menggunakan objek. Misalnya, apa yang bisa dilakukan seorang anak dengan bola? Dia bisa menggelindingkan, melempar, menangkap, menendang, menghentikan, atau memukul bola.

Tahapan Perkembangan Motorik Kasar Anak

Ilustrasi bayi merangkak/ Foto: Canva

Dalam perkembangan motorik kasar, anak memiliki rentang waktu. Beberapa anak mungkin dapat mengembangkan keterampilan tertentu dalam beberapa bulan sebelum teman-temannya. Namun, ada juga yang baru melakukan setelah kebanyakan teman-temannya bisa melakukannya.

Nah, jika anak tampak sangat berjuang untuk melalui tahapan perkembangannya, orang tua perlu berkonsultasi dengan pakarnya. Jika anak mengalami keterlambatan perkembangan, ada terapi-terapi tertentu untuk mengejarnya.

Secara umum tonggak perkembangan motorik kasar bayi dan balita adalah sebagai berikut:

Bayi Baru Lahir – 3 Bulan

Menolehkan kepala dengan mudah dari satu sisi ke sisi yang lain saat berbaring telentang.
Tangan tertutup atau mengepal.
Menendang kedua kaki dan menggerakkan kedua lengan sambil telentang.
Berusaha mengangkat kepala (kepala tidak terkulai) saat posisi tummy time.
Berguling atau posisi badan miring ke kanan dan ke kiri.

Usia 3 – 4 Bulan


Mengangkat kepala sejajar dengan badan ketika ditarik ke posisi duduk.
Menggerakkan lengan dan kaki dengan mudah dan penuh semangat.
Menunjukkan peningkatan kontrol kepala, di mana kepala sudah lebih tegak tanpa dukungan.
Mendorong siku saat tengkurap.
Menjejak dan menekan saat kaki diletakkan di permukaan keras.
Tubuh miring dari sisi ke sisi saat telentang.
Beberapa bayi sudah bisa berguling dari posisi tengkurap ke telentang.

Usia 4 – 5 Bulan

Mendorong badan ke atas dengan tangan yang diluruskan saat posisi tengkurap.
Memutar badan ke setiap sisi saat posisi tengkurap.
Berguling dari posisi telentang ke tengkurap.

Usia 5 – 6 Bulan

Bergerak maju dan mundur, saat telentang maupun tengkurap.
Mendorong badan ke atas menggunakan tangan saat tengkurap.
Mulai duduk dengan sedikit bantuan, dan terkadang bisa duduk tanpa dipegangi.
Menopang beban pada kedua kaki saat berdiri, dan mungkin bisa memantulkan kakinya.
Menopang badan dengan tangan dan lutut, kemudian menggoyangkan badannya maju mundur.
Beberapa bayi mulai merangkak mundur, sebelum bergerak maju.

Usia 6 – 9 Bulan

Tengkurap bolak-balik tanpa bantuan.
Duduk tanpa bantuan.
Bisa meraih benda yang bisa dijangkau.
Bisa mengambil sesuatu yang dapat dijangkau, lalu dimainkan sambil duduk.
Merangkak menggunakan perut ke segala arah.
Berdiri berpegangan.
Memukul-mukulkan, menjatuhkan, atau melemparkan benda yang dipegang.

Usia 9 – 11 Bulan

Merangkak dengan tangan dan lutut.
Bergerak atau mengubah posisi dari berbaring ke posisi duduk tegak tanpa bantuan.
Menarik badan ke posisi berdiri, dengan satu kaki di depan.
Berdiri dan bahkan merambat di sekitar furniture.
Berjalan dengan dua tangan dipegang.

Usia 11 – 12 Bulan

Berjalan dengan satu tangan dipegang.
Berdiri mandiri selama beberapa detik.

Ilustrasi bayi duduk/ Foto: Canva

Usia 13 – 14 Bulan

Menaiki tangga dengan cara merangkak.
Berdiri dari lantai tanpa dukungan.
Berjalan mandiri.
Mengubah posisi dari jongkok ke berdiri tanpa dukungan.

Usia 15 – 18 Bulan

Berjalan di tangga dengan tangan berpegangan pada teralis.
Turun tangga dengan posisi badan merangkak, menggunakan kaki terlebih dahulu.
Menendang bola.
Berjalan mundur sambil menarik mainan.
Mulai berlari.

Usia 18 – 24 Bulan

Berjalan sendiri tanpa jatuh.
Melompat di tempat
Naik turun tangga atau tempat yang lebih tinggi dengan sedikit bantuan, bahkan ada yang melakukannya tanpa bantuan.
Berjalan mundur beberapa langkah
Menarik dan mendorong benda yang ringan
Melempar bola ke depan tanpa kehilangan keseimbangan
Berdiri dengan satu kaki selama satu atau dua detik
Berlari dengan lebih mantap.

Anak Usia 2 – 3 Tahun

Berdiri dengan satu kaki selama beberapa detik.
Melempar dan menangkap bola besar.
Melompat ke depan dan ke belakang dengan dua kaki.
Mengendarai sepeda roda tiga.
Berjalan sambil berjinjit
Menari mengikuti irama.
Naik dan turun tangga atau tempat yang lebih tinggi/rendah dengan berpegangan.

Anak Usia 3 – 4 Tahun

Berlari, melompat, dan memanjat dengan baik.
Berlari sambil membawa sesuatu yang ringan (bola).
Melompat dengan satu kaki.
Naik-turun tangga atau tempat yang lebih tinggi dengan kaki bergantian.
Berjalan di atas papan yang cukup lebar.
Melompat turun dari ketinggian kurang lebih 20 cm atau di bawah tinggi lutut anak.
Meniru gerakan senam sederhana seperti menirukan gerakan pohon dan kelinci melompat.
Berdiri dengan satu kaki.

Anak Usia 4 – 5 Tahun

Mahir menirukan gerakan binatang, pohon tertiup angin, pesawat terbang, dan sebagainya.
Melakukan gerakan menggantung atau bergelayut.
Melakukan gerakan melompat, meloncat, dan berlari secara terkoordinasi.
Melempar sesuatu secara terarah.
Menangkap sesuatu secara tepat.
Melakukan gerakan antisipasi.
Menendang sesuatu secara terarah.
Memanfaatkan alat permainan di luar kelas.
Mengendarai sepeda dengan atau tanpa roda bantu.

Ilustrasi balita main bola/ Foto: Canva

Anak Usia 5 – 6 Tahun

Melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan,
keseimbangan, dan kelincahan.
Melakukan koordinasi gerakan mata-kaki-tangan-kepala saat menirukan tarian atau
senam.
Melakukan permainan fisik dengan aturan.
Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri.
Melakukan kegiatan kebersihan diri.

Penutup

Bagaimana, sekarang Mama lebih memahami perkembangan motorik kasar pada anak bukan? Untuk mengetahui adanya keterlambatan perkembangan motorik kasar atau tidak sebenarnya jauh lebih mudah dibanding perkembangan lainnya. Ini karena
keterampilan motorik kasar adalah tahap perkembangan pada anak yang paling dinantikan.

Keterlambatan keterampilan motorik kasar bisa menjadi tanda dispraksia. Dispraksia merupakan gangguan koordinasi perkembangan. Jika ini terjadi, anak mungkin membutuhkan terapi fisik dan teknologi bantu.

Yuk, pantau terus perkembangan motorik kasar anak. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter jika Mama khawatir dengan perkembangan si kecil.

Selain motorik, ketahui pula Perkembangan Sensorik Anak di tulisan berikutnya ya. Bicara perkembangan si kecil, pastikan juga Mama memahami Perkembangan Anak usia 4 Tahun.

Referensi

Sutapa, P., Pratama, K. W., Rosly, M. M., Ali, S. K. S., & Karakauki, M. (2021). Improving Motor Skills in Early Childhood through Goal-Oriented Play Activity. Children (Basel, Switzerland), 8(11), 994. https://doi.org/10.3390/children8110994

Permendikbud No 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

parents.com. What To Know About Motor Skills in Children, https://www.parents.com/motor-skills-in-children-8619294, diakses pada 9 Mei 2024.

chrichmond.org. Gross Motor Skills: Birth to 5 Years, https://www.chrichmond.org/services/therapy-services/developmental-milestones/gross-motor-skills-birth-to-5-years#:~:text=Gross%20motor%20skill%20development%20involves,%2C%20lifting%2C%20kicking%2C%20etc., diakses pada 9 Mei 2024.

clevelandclinic.org. Gross Motor Skills, https://my.clevelandclinic.org/health/articles/gross-motor-skills, diakses pada 9 Mei 2024.

helpmegrowmn.org. Motor Developmental Milestones, https://helpmegrowmn.org/HMG/DevelopMilestone/MotorMilestones/index.html, diakses pada 9 Mei 2024.

napacenter.org. Gross Motor Development for Infants and Toddlers, https://napacenter.org/gross-motor-development/, diakses pada 9 Mei 2024.

32 Comments
  1. Ada Resensi says

    Sepakat, penting sekali memahami tahap-tahap perkembangan anak, termasuk perkembangan motorik. Alhamdulillah, era internet seperti sekarang jadi mudah mencari informasinya.

  2. bening says

    perkembangan motorik anak ternyata sedetail ini ya. mereka luar biasa loh, dengan tubuh sekecil itu, ternyata yang dipelajari banyak banget, semangat terus, anakku!

  3. Wiwin Pratiwanggini says

    Untuk tumbuh kembang anak yang normal semua tahapan tersebut harus dilalui. Kalau ada yang terlewat, konon akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

  4. Bambang Irwanto says

    Setuju, anak jangan dibanding-bandingkan dengan anak lain, karena setiap anak tumbuh kembangnya berbeda. Namun tetap jadi warning dan perbandingan bagi orang tua. Misalnya kok anak saya usia segini belum bisa melakukan motorik kasar. Dengan begitu, orang tua bisa segera mencari solusinya.

  5. Yusriah says

    saya terbantu dengan baca ini karena masih punya anak-anak balita di rumah, memang kudu aware dengan perkembangan anak ya, jangan sampe tiba-tiba kaget sendiri karena masuk red-flag

  6. Diaz Bela says

    Wah enting sekali ya memang untuk memperhatikan perkembangan motorik kasar anak, apalagi ketika anaknya sudah aktif bergerak, perlu penyaluran juga untuk kegiatannya/

  7. Yustrini says

    Wajib sekali ya memperhatikan perkembangan motorik anak. Semua harus dilalui secara bertahap. Suka takjub sendiri saat anak mulai bisa berdiri berjalan melempar. Bersyukur saat anak sudah mulai bisa :))

    1. Anggita says

      Stimulasi motorik kasar memang wajib sih dipantau perkembangannya. Jadi misal ada kekurangan bisa didiskusikan dengan psikolog atau bahan diskusi ke klinik tumbuh kembang

  8. Okti Li says

    Anak saya dulu termasuk yang perkembangan motoriknya agak lambat. Secara 18 bukan ia belum bisa jalan. Alhamdulillah sebelum dua tahun akhirnya bisa berdiri dan jalan
    Sebelumnya udah khawatir
    Tapi Alhamdulillah ketakutan itu akhirnya hilang juga hingga saat ini

  9. Dian says

    Perkembangan motorik salah satu unsur penting dalam tumbuh kembang anak
    Perlu distimulasi secara tepat agar bisa tumbuh optimal

  10. Monica Anggen says

    Memahami milestone dalam setiap perkembangan anak tuh penting banget ya menurutku, jadi orang tua pun bisa memberi stimulasi yang tepat juga, terutama untuk stimulasi motorik kasar anak, supaya bisa berkembang optimal

  11. Yuni Bint Saniro says

    walah.. ada gerak manipulatif juga ya. Mamak-mamak kudu memperhatikan dengan baik perkembangan anak ya. termasuk soal motorik anak.

  12. Müzeyyen says

    Kita sebagai orang tua harus memperhatikan motorik kasar anak ya mbak, trus kaya dikasih mainan yang bisa merangsang motorik kasar pada anak juga.

  13. Nurul Mutiara R.A says

    Memang, sebagai ibu banyak banget literasi yang perlu dipelajari termasuk soal perkembangan motorik kasar pada anak. Seperti apapun, orangtua pengen anak bisa cepet berkembang mulai dari merangkak sampai bisa jalan. Informatif banget mbak ulasannya

  14. tukang jalan jajan says

    Motorik kasar yang baik tidak hanya penting untuk aktivitas fisik, tetapi juga untuk keseimbangan, koordinasi, dan kepercayaan diri. Kemampuan ini juga mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak.

  15. Sugianto says

    Perkembangan anak sejak dini memang harus mendapatkan perhatian khusus dari orang tua. Jangan sampai ada yang terlewatkan dari setiap rentang usianya. Kalau orang tua tahu perkembangan anaknya, pastinya orang tua juga akan aware dengan perubahan yang ada si setiap rentang usianya. Jika dirasa ada yang kurang tepat maka bisa konsultasi agar lebih tahu solusinya

  16. Siti Mustiani says

    Waahhh lengkap sekaliii, pengetahuan baru lagi nih buat aku yang belum punya anak. Jadi setidaknya saya punya gambaran jika Insya Allah punya anak suatu saat nanti.

  17. atiqoh says

    keren kak artikelnya lengkap banget bisa jadi referensi sih ini 🙂 punya anak memang harus punya pegangan pedoman selengkap ibin sih, biar kita bisa ngebandingin sama standarnya sesuai usia ya bukan bandingin sama anak lain hehe

  18. Didik Purwanto says

    Lengkap sekali perkembangan anak di segala usianya kak. Kita jadi bs monitoring perkembangan kondisi anak dgn cara spt ini. Kalo blm bs ya tetap kita ajarin sebisa mgkn. Kalo lambat motoriknya, ya memang hrs diperiksa sih. Mknya bbrp bulan sekali pasti ada posyandu sehingga kita bs nanya2 perkembangan anak ke ortu lainnya. Bisa sharing deh.

  19. Anis Khoiriyah says

    Alhamdulillah, melihat tahapan motorik kasar di level 3 tahun anakku sudah bisa semua. Malah bisa dikatakan melampuinya. Kadang ngeluh kok anakku aktif banget ya, tapi terus ingat kalau dia aktif artinya motorik kasarnya bagus dan ia pun tumbuh jadi anak yang sehat

  20. Luluk Sobari says

    Dulu pas ngajar di sekolah alam di Depok, perkembangan motorik kasar ini untuk siswa TK masuk dalam perhatian juga. Jadi dalam kurikul sekolah, ada latihan khusus untuk motorik kasar ini.

  21. Rumah Ibuk says

    Orang tua harus tau nih tahapan perkembangan anak. Sehingga kalau ada keterlambatan bisa di konsultasikan ke ahli.

  22. Lendyagassi says

    Dulu pas anak-anak masih kecil suka bingung antara perkembangan motorik kasar dan halus. Sehingga suka mengamati tabel KMS dari posyandu. Apakah ada yang anak-anak belum bisa melakukannya sesuai dengan usia anak?
    Dari sini, jadi bikin checklist dan perhatian sehingga pas konsul imunisasi ke dsa bisa ditanyakan bagaimana stimulusnya.

  23. Kyndaerim says

    Paling seru memang merhatiin perkembangan motorik anak. Rasanya nggak mau ada yg kelewat gitu. Setiap fasenya makin menarik.

  24. Aldhi Fajar says

    Semua perkembangan dan pertumbuhan anak itu harus kita lihat secara konsisten. Aku juga banyak banget melihat pertumbuhan anak dan selalu melihat apa yang dia belum bisa. Monitoring seperti ini wajib sih.

  25. Wahyuindah says

    Senangnya jika anak tumbuh sehat dengan motorik kasar sesuai usianya. Sayangnya anakku yang pertama sempat dipegang mertua dan selalu digendong. Jadinya anakku gak melewati masa merangkak. Hiks

  26. Novita Nurul Islami says

    Anak ke tiga ku sekarang usia 4 bulan, sudah menunjukkan gerakan mundurkan sambil terlentang. Kadang suka takut jatuh dari tempat tidur kalau saya tinggal masak hehehe…

  27. Gemaulani says

    Tahapan perkembangan motorik kasar anak itu ternyata beda-beda sesuai usianya ya kak. Terus kalau mau melatihnya itu bisa dengan melakukan kegiatan-kegiatan eksplorasi lingkungan sekitar. Terus gerakan motorik kasar ini ada 3 lokomotor, statis, dan manipulasi

  28. Happy Hawra says

    wah ini kayak jadi rangkuman proses perkembangan anak ya. jadi terharu banget ngebayangin orang tua bagaimana melihat kita berproses huhuhu. pasti nanti juga aku bakal terharu bisa liat proses perkembangan anak yang sedemikian rupa

  29. Retno Kusuma Wardani says

    Motorik kasar memang harus dilewati semua tahapnya, bahkan kalau memungkinkan saat anak melewati tahap tertentu, anak diajari untuk tetap berkembang sesuai tahapannya. Kalau tidak begitu akan berpengaruh saat mereka besar nanti.
    Pernah dengatr kalau anak tulisan tangannya jelek bisa jadi dulu dia melewatkan masa merangkak atau merangkak tapi cuma sebentar sekali. Cmiiw

  30. KakaKiky says

    Jadi lebih ngerti tentang pentingnya perkembangan motorik kasar pada anak. Sekarang jadi bisa lebih aware dan bantu mereka tumbuh berkembang dengan baik. 💪🏼👶🏼

  31. April Hatni says

    Sangat penting untuk selalu memantau perkembangan motorik kasar anak. Agar ketahuan apakah sudah sesuai milestone nya atau tidak. Jika tidak, bisa konsultasi ke dokter.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.