Mata Kering pada Anak yang Bikin Drama Saat Liburan ke Pulau Dewata

“Mama, mataku gatal dan pedih,” ucap si Sulung sambil mengucek matanya. Saat saya lihat, matanya tampak merah. Duh, padahal kami sedang bersiap-siap melanjutkan jalan-jalan ke Pulau Dewata.

Sebenarnya persoalan mata yang tidak nyaman ini sudah dikeluhkan sejak sehari sebelumnya. Matanya jadi berair saat menonton dari layar tablet dan televisi. Selain itu, kata dia, matanya terasa berat.

Eh, rupanya keluhannya tidak juga membaik kendati sudah dibawa tidur dan istirahat. Suami yang mendengar keluhan si Sulung bergegas mendatanginya. “Kayak ada pasirnya deh, Yah, di mata aku,” kata si Sulung kepada Ayahnya.

Suami pun menyalakan senter handphone untuk memastikan ada atau tidaknya pasir di mata si Sulung. Siapa tahu memang benar ada pasir yang masuk matanya mengingat hari sebelumnya kami main ke pantai.

“Aw, aw, kena cahaya makin nggak enak, Yah,” keluhnya.

Suami lantas meminta si Sulung untuk mencuci muka dan membasuh perlahan area matanya untuk menghilangkan debu. Untung kami masih di hotel, jadi si Sulung bisa segera ke kamar mandi.

“Masih pedih matanya. Kayak nggak jelas nih melihatnya,” ujarnya saat keluar dari kamar mandi.

Akhirnya saya berinisiatif pergi ke apotek terdekat untuk membeli tetes mata untuk si Sulung. Hanya berjalan kaki sekitar 300 meter dari hotel, saya sudah menemukan apotek yang cukup lengkap.

Mata Merah atau Mata Kering pada Anak?

mata kering pada anak
Ini mata merah atau mata kering?/ Foto: Nurvita Indarini

“Ada tetes mata?” tanya saya pada penjaga apotek.

“Untuk mata merah atau mata kering, Bu?” si penjaga balik bertanya.

Hmm, apa ya? Si Sulung matanya memang merah, tapi itu sekadar mata merah atau mata kering? Tunggu, saya browsing dulu ya untuk mencari tahu beda mata merah dan mata kering.

Dalam proses pencarian perbedaan mata merah dan mata kering, saya terdampar ke website Insto. Di sana terdapat artikel yang menjelaskan bahwa mata merah biasanya disebabkan masuknya partikel seperti debu, bisa juga karena iritasi ringan, atau alergi.

Tanda-tanda Mata Merah

1. Seluruh permukaan mata berwarna merah

Kondisi ini terjadi akibat pembuluh darah di mata yang melebar.

2. Mata berwarna merah muda

Kondisi seperti ini disebut sebagai pink eye. Tak hanya mata berwarna merah muda, tetapi juga disertai bengkak, rasa gatal yang teramat sangat, juga rasa panas.

3. Pandangan mata buram

Pada saat mata merah, umumnya disertai pandangan buram. Selain itu kerap disertai pusing, dan mata yang jadi terlalu sensitif pada cahaya. Mengapa bisa begini? Jawabannya, bisa jadi karena keberadaan bakteri, virus, atau parasit yang menempel di sekitar mata.

4. Muncul titik putih di kornea mata

Saat mata merah, bisa jadi muncul titik putih di kornea. Titik putih itu sebenarnya adalah luka, sehingga menyebabkan nyeri dan berkurangnya penglihatan.

Sebenarnya mata merah merupakan kondisi yang umum dialami. Namun, jangan juga disepelekan. Saat mengalami mata merah, sebaiknya jangan dikucek, karena akan membuat mata semakin sakit. Nah, jika mengalami mata merah karena iritasi ringan. sebaiknya menggunakan obat tetes mata dengan kandungan bahan aktif Tetrahydrozoline.

Gejala Mata Kering

mata kering pada anak
Tanda mata kering pada anak/ Foto: Nurvita Indarini

Seperti mata merah, mata kering juga kondisi yang cukup sering terjadi, meskipun tingkat keparahannya sangat bervariasi. Mengutip penjelasan Jakarta Eye Center, mata kering terjadi akibat pecahnya lapisan air mata yang melindungi permukaan mata.

Berikut ini beberapa gejala mata kering:

1. Mata berair berlebihan

Lho mata kering kok malah jadi sering mengeluarkan air mata? Ini karena adanya iritasi yang membuat otak terstimulasi untuk menghasilkan refleks air mata. Sayangnya, refleks mata berair ini tidak cukup mengatasi iritasi akibat lapisan air mata yang tidak sehat.

2. Mata gatal, perih, sepet, pegal, terasa kering, dan sensasi seperti terbakar

3. Mata kemerahan

4. Terasa seperti ada pasir atau kotoran di mata

5. Penglihatan kabur

6. Lebih sensitif terhadap cahaya

7. Muncul kotoran berupa lendir seperti benang di dekat mata

Oke, setelah memperhatikan gejala-gejala yang dialami anak saya, kesimpulan ditarik. Rupanya anak saya mengalami mata kering. Menurut artikel-artikel yang saya baca, mata kering memang tidak hanya dialami orang dewasa saja. Beberapa kondisi bisa menjadi penyebab mata kering pada anak.

Penyebab Mata Kering pada Anak

Menurut para ahli, penyebab mata kering sangatlah beraneka ragam. Pada orang dewasa, mata kering bisa terjadi akibat perubahan hormonal terkait usia, penyakit tiroid,juga penyakit autoimun seperti sjogren syndrome, lupus, dan rheumatoid arthritis.

Riwayat bedah refraktif seperti LASIK, SMILE, PRK juga bisa mengakibatkan mata kering pada orang dewasa. Selain itu, adanya penyakit neurologis seperti stroke, bell’s palsy, dan parkinson. Diabetes melitus juga bisa menyebabkan seseorang mengalami mata kering lho.

Lalu, apa penyebab mata kering pada anak? Ken K. Nischal, MD, Kepala Divisi Oftalmologi Anak di Rumah Sakit Anak Pittsburgh menyebut mata kering pada anak paling sering disebabkan oleh disfungsi kelenjar meibom. Kelenjar itu memiliki fungsi menghasilkan lapisan minyak pada air mata. Ketika kelenjar meibom tersumbat, maka terjadilah mata kering.

Menurut dr. Ken, persentase disfungsi kelenjar maibon pada populasi Asia lebih besar dibandingkan populasi lainnya. Angkanya mencapai 46 hingga 70 persen. Mengapa bisa demikian? Rupanya suhu lingkungan, kelembapan atau humidity, dan kualitas udara di Asia turut memengaruhi.

Selain itu, berikut ini beberapa penyebab mata kering:

1. Alergi parah, sehingga anak menggunakan antihistamin secara agresif.

2. Kekurangan nutrisi, utamanya kurang vitamin A.

3. Penggunaan ponsel pintar dan perangkat digital lainnya secara berlebihan, sehingga mengakibatkan penurunan frekuensi berkedip.

4. Faktor lingkungan seperti cuaca kering dan berangin, serta terlalu lama terpapar AC.

Nah, pada kasus anak saya, sepertinya mata kering yang dialaminya karena kebanyakan mengakses layar elektronik. Maklum, saat liburan ke Pulau Dewata ini dia jadi lebih banyak menonton televisi dan tablet.

Selain itu, paparan AC juga lebih banyak dari biasanya. Saat perjalanan ke tempat wisata, dia terpapar AC mobil. Lantas, saat di hotel juga terkena AC ruangan. Padahal biasanya di rumah kami hanya menggunakan AC di malam hari, itu pun jika cuaca benar-benar panas.

Ah, iya, sebelumnya kami berwisata ke Garuda Wisnu Kencana dan ke Pantai Pandawa. Saat itu, kondisi cukup berangin. Mungkin mata keringnya juga disumbang oleh kondisi berangin ini. Sebenarnya saya sudah mengingatkannya untuk memakai kacamata, sayangnya dia malah meninggalkannya di hotel.

Bahaya Mata Kering

Ilustrasi mata kering/ Foto: Canva

Tampaknya sepele, tapi jangan pernah meremehkan mata kering. Beberapa komplikasi bisa terjadi akibat mata kering lho. Berikut ini beberapa bahaya mata kering, seperti dikutip dari Mayo Clinic.

1. Infeksi mata

Air mata yang sehat berfungsi melindungi permukaan mata. Namun, apa yang terjadi kala mata kering melanda? Hal itu meningkatkan risiko infeksi mata.

2. Kerusakan permukaan mata

Jika tidak diatasi, mata kering akan semakin parah dan bisa menyebabkan peradangan mata, abrasi di permukaan kornea, dan ulkus kornea. Dampak terburuk adalah bisa kehilangan penglihatan.

3. Penurunan kualitas hidup

Mata adalah salah satu indra yang penting bagi manusia. Apabila fungsi indra penglihatan terganggu akibat mata kering, tentu bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Jadi, ketika mata kering dibiarkan tanpa penanganan bisa mengakibatkan penurunan kualitas hidup.

Mengatasi Mata Kering pada Anak

Dua hari mengalami mata kering benar-benar membuat anak saya kesulitan beraktivitas. Kegiatan membaca dan belajar menggunakan layar elektronik jadi terganggu. Tak terbayang jika kondisi ini dialaminya saat di sekolah, pasti fokus belajarnya bakal terkendala.

Lantas bagaimana mengatasi mata merah pada anak? Rupanya penanganannya tergantung pada derajat kondisi mata anak.

Untuk gejala mata kering yang ringan bisa menggunakan obat tetes mata yang mengandung Hydroxypropilmethylcellulose. Namun, apabila tanda dan gejala mata kering berkepanjangan, ada baiknya segera menemui dokter.

Untunglah di apotek yang saya datangi ada tetes mata yang mengandung Hydroxypropilmethylcellulose, yakni Insto Dry Eyes. Wah, cocok banget nih. Bisa langsung diteteskan pada mata anak untuk mengurangi keluhan mata keringnya.

Insto Dry Eyes, Solusi Mata Kering

mata kering pada anak
Insto Dry Eyes, solusi untuk mata kering/ Foto: Nurvita Indarini

Saya beli Insto Dry Eyes dengan ukuran 7,5 ml. Bentuknya yang kecil memudahkan disimpan di kantong atau di dalam saku tas.

Insto Dry Eyes bisa menjadi solusi mata kering yang paling tepat. Ini karena Insto Dry Eyes mengandung formula aktif yang bekerja sebagai pelumas mata, sekaligus mengurangi iritasi akibat mata kering.

Alhamdulillah setelah ditetes menggunakan Insto Dry Eyes, kondisi mata anak saya membaik. Dia tidak lagi mengucek mata, dan matanya terasa lebih nyaman. Fiuh! Liburan ke Pulau Dewata tidak akan ditingkahi drama mata kering si kecil lagi.

Cara Mencegah Mata Kering

mata kering pada anak
Insto Dry Eyes untuk mata kering/ Foto: Nurvita Indarini

Jika kita sudah tahu hal-hal yang menyebabkan mata kering, maka bisa lebih mudah menghindari situasi untuk mencegahnya. Berikut ini beberapa cara yang kami lakukan untuk mencegah mata kering.

1. Hindari hembusan udara ke mata secara langsung

Jangan arahkan pengering rambut, AC, atau pun kipas angin langsung ke arah mata.

2. Gunakan humidifier

Humidifier bisa menambah kelembapan udara di dalam ruangan yang kering.

3. Pakai kacamata pelindung

Untuk melindungi mata dari angin dan kondisi yang kering, ada baiknya menggunakan kacamata pelindung. Untuk di luar ruangan, bisa menggunakan kacamata hitam. Pilihan lainnya adalah kacamata berukuran besar dengan bingkai yang menempel di kulit wajah.

4. Istirahatkan mata

Saat membaca dan melakukan kegiatan lain yang memerlukan konsentrasi visual, jangan lupa untuk mengistirahatkan mata secara berkala. Caranya, tutup mata selama beberapa menit. Bisa juga dengan cara berkedip berulang kali selama beberapa detik untuk membantu menyebarkan air mata secara merata ke seluruh mata.

5. Lebih waspada pada kondisi lingkungan

Lingkungan tertentu bisa jadi udaranya sangat kering, misalnya di daerah gurun dan di pesawat terbang. Saat berada di lingkungan seperti itu, sebaiknya sering-sering memejamkan mata selama beberapa menit. Kegiatan sederhana ini penting untuk meminimalkan penguapan air mata.

6. Perhatikan posisi layar komputer

Apabila bekerja menggunakan komputer atau laptop, posisikan layar di bawah ketinggian mata. Hal ini akan membuat mata tidak akan terbuka terlalu lebar, sehingga membantu memperlambat penguapan air mata. Beda halnya jika layar berada di atas ketinggian mata, hal itu akan membuat mata jadi terbuka lebih lebar saat melihat layar.

7. Jauhi asap rokok

Asap rokok bisa memperburuk gejala mata kering. Jika ada orang yang merokok di sekitar, sebaiknya segera hindari.

Insto Dry Eyes/ Foto: Nurvita Indarini

8. Bawa Insto Dry Eyes

Agar tak ada drama saat mata kering melanda, selalu bawa Insto Dry Eyes ke mana pun pergi. Apalagi Insto Dry Eyes ini bisa digunakan setiap hari. Cara pemakaiannya disesuaikan dengan aturan pakainya.

Tentang kesehatan anak, baca juga tulisan ini yuk: Pengalaman Anak Terkena Roseola Infantum

Penutup

Mata kering memang umum dialami siapa saja, tak terkecuali anak-anak. Drama mata kering yang dialami anak saya hampir saja mengacaukan agenda berwisata selama kami berlibur ke Bali.

Untungnya ada Insto Dry Eyes. Si tetes mata bertutup biru dari Insto ini benar-benar membantu banget, sehingga aktivitas harian tidak terganggu karena mata kering.

Ini beneran, saat perjalanan pulang dari Bali, suami juga mengalami mata kering. Kemungkinan karena terlalu banyak terkena AC. Keluhannya sama seperti yang anak saya rasakan. Untung sudah beli #InstoDryEyes, jadi tinggal tetes saja. Kami pun sekeluarga pulang liburan dengan nyaman dan bahagia karena memiliki #SolusiMataKering.

Punya pengalaman dengan mata kering juga? Yuk, berbagi cerita di sini!

Referensi

insto.co.id. Jangan Dikucek! Kenali Bedanya Gejala Mata Kering dan Mata Merah!, https://insto.co.id/eyeducation/jangan-dikucek-kenali-bedanya-gejala-mata-kering-dan-mata-merah, diakses pada 9 Januari 2024.

jec.co.id. Mata Kering, https://jec.co.id/id/eye-condition/dry-eye-0, diakses pada 9 Januari 2024.

jec.co.id. Dry Eye, https://jec.co.id/id/service/dry-eye, diakses pada 9 Januari 2024.

Mayo Clinic. Dry Eyes, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-eyes/symptoms-causes/syc-20371863, diakses pada 9 Januari 2024.

healthshots.com. Is your child battling dry eyes? Know its causes and symptoms, https://www.healthshots.com/preventive-care/family-care/is-your-child-battling-dry-eyes-know-its-causes-and-symptoms/, diakses pada 9 Januari 2024.

aao.org. Are We Missing Dry Eye in Children?, https://www.aao.org/eyenet/article/are-we-missing-dry-eye-in-children, diakses pada 9 Januari 2024.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.