Meneropong Inovasi Teknologi Pendidikan di Masa Depan, Secanggih Apa?

“Kita membutuhkan teknologi di setiap ruang kelas, juga di setiap tangan siswa dan guru. Karena teknologi adalah pena dan kertas di zaman kita….”

-David Warlick-

Di masa lalu, tidak pernah terbayang seseorang bersekolah tidak di dalam kelas. Namun, kehadiran pandemi Covid-19 mengubah banyak hal. Anak-anak diminta belajar dari rumah. 

Seketika teringat serial kartun Doraemon yang tayang pada 1997 silam. Serial itu berjudul “Radio Masa Depan” dan merupakan film episode 1.159. Dalam tayangan tersebut muncul prediksi sekolah online akan ada di masa depan.

“… Sebagai ganti pergi ke sekolah, kita semua diberi satu televisi kecil. Jadi biar di rumah, taman, kita tetap bisa belajar pelajaran sekolah. Ya, kira-kira begitulah ceritanya.” Demikian ucapan Suneo, salah satu tokoh di serial Doraemon.

Prediksi sekolah online di film Doraemon/ Sumber: YouTube Imanuel Christian

Perkembangan teknologi membuat banyak hal yang semula tidak mungkin menjadi mungkin. Lalu seperti apa pendidikan di masa depan, kira-kira sepuluh hingga dua puluh tahun lagi? Secanggih apa teknologi yang diterapkan? Yuk, kita meneropong bersama.

Teknologi Pendidikan Masa Depan: Edugames Semakin Marak

Ilustrasi edugames/ Foto: Canva

Siapa yang tidak suka main games di handphone atau komputer? Sepertinya anak-anak zaman sekarang sangat menggemari games. Hati-hati, jika kebablasan anak bisa kecanduan.

Namun, main games tidak melulu berkonotasi buruk. Kini, banyak bermunculan edugames, yakni games yang bermuatan edukasi atau pendidikan. Dengan edugame, pembelajaran akan semakin menyenangkan lantaran belajar rasanya seperti bermain.

Saat ini sejumlah sekolah dan lembaga pendidikan nonformal telah menggunakan edugames sebagai bagian dari cara baru mengajar. Matematika, bahasa Inggris, sains, dan sejumlah pelajaran lain dikemas dalam bentuk games. Anak-anak pun tertantang untuk menyelesaikan setiap soal yang ada. Tanpa disadari, mereka belajar dan mengulang kembali pelajaran yang telah didapat.

Penggunaan games sebagai sarana pembelajaran mempertimbangkan rentan perhatian anak yang lebih pendek ketimbang anak-anak di masa lalu. Ini bukan suatu hal yang mengejutkan, mengingat mereka lahir dan tumbuh di dunia serba digital.

teknologi pendidikan
Anak-anak semangat belajar melalui edugames/ Foto: Canva

Apalagi saat ini ada berbagai perangkat dengan teknologi penginderaan gerak yang diyakini dapat memberikan tingkat interaktivitas bagi siswa. Hal itu memungkinkan mereka merasa lebih terlibat dalam pembelajaran.

Apakah edugames hanya berisi pelajaran akademis? Jawabannya tidak. Perkawinan kreativitas manusia dan perkembangan teknologi melahirkan aneka edugames dengan berbagai tujuan. Ada games untuk mengasah kreativitas, pengembangan karakter, penanaman nilai budaya, dan sebagainya.

Didesain sedemikian rupa, games membantu anak-anak mengembangkan berbagai keterampilan yang luas. Bahasa, pemikiran yang sistematis, pemecahan masalah, story telling, seni, dan banyak lagi.

Di masa depan anak-anak sekolah dasar mungkin bisa membuat sendiri games tentang rangkuman pelajaran di sekolah. Mereka bisa mempresentasikan games ciptaannya, bahkan saling bertukar games dengan teman-temannya.

Teknologi Pendidikan Masa Depan: Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR), Hal Biasa dalam Pembelajaran

teknologi pendidikan
Ilustrasi teknologi AR dan VR/ Foto: Canva

Sekilas mirip, lantas apa bedanya AR dan VR? Mengutip The Conversation, sistem AR menunjuk pada objek virtual di dunia nyata. Contoh nyatanya bisa dilihat di fitur filter di Instagram atau Snapchat.

Sedangkan VR merupakan teknologi digital yang mampu menghadirkan realita maya di dunia nyata. Realita maya ini bisa dieksplorasi melalui indra manusia, dan memungkinkan seseorang terlibat dalam suatu interaksi.

Saat menggunakan teknologi VR, seseorang akan menjadi bagian dari dunia maya, sehingga mampu memanipulasi objek, hingga melakukan berbagai tindakan. Agar bisa menikmati teknologi ini, biasanya ada perangkat tambahan seperti headset, sarung tangan, pistol-pistolan, sepeda statis, dan sebagainya.

Lalu bagaimana AR dan VR berperan dalam teknologi pendidikan di masa depan? Menggunakan teknologi ini, siswa bisa lebih terlibat sehingga menumbuhkan pemahaman yang lebih baik atas konsep yang kompleks.

Dijelaskan Bisdig Amikom Purwokerto, AR dan VR dapat mendukung siswa belajar mandiri. Bahkan pembelajaran dengan AR dan VR turut mendukung rasa percaya diri karena anak terlibat lebih dalam dan mendapat pengalaman baru. 

Bayangkan, ketika anak-anak belajar tentang ruang angkasa, mereka berkunjung “langsung” ke suatu galaksi. Teknologi VR membuat mereka bisa merasakan suasana ruang angkasa dengan lebih nyata. Pengalaman yang begitu dekat ini pasti akan meningkatkan rasa ingin tahu anak-anak.

Teknologi AR juga menciptakan peluang bagi guru untuk membantu siswa memahami konsep abstrak. Ini karena dalam AR ada interaksi dan eksperimen. Lebih luas lagi, siswa bisa semakin bersemangat untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya.

Teknologi Pendidikan Masa Depan: Biometric Eye-tracking Technology, untuk Pembelajaran Lebih Efektif

teknologi pendidikan
Ilustrasi biometric eye-tracking technology/ Foto: Canva

Dalam sebuah penelitian periklanan menggunakan teknologi eye-tracking, bisa dilihat bagaimana konsumen merespons iklan. Teknologi itu juga memungkinkan melihat hal-hal yang menarik perhatian konsumen.

Nah, di bidang pendidikan, teknologi ini sangat terbuka untuk diterapkan. Mengutip penjelasan emergingedtech.com, biometric eye-tracking technology dapat membantu guru memahami perilaku siswa. Guru jadi tahu apakah siswa memahami pelajaran dan bagaimana mereka menyerap materi pelajaran.


Mengapa bisa demikian? Ini karena biometric eye-tracking technology mampu mengukur dampak rangsangan visual, sekaligus memberikan wawasan tentang keterlibatan kognitif dan emosional. Dari teknologi ini, kita bisa melihat apa yang dilihat orang di internet, berapa lama mereka melihatnya, serta apa yang mereka perhatikan dan yang tidak diperhatikan.

Penutup

Teknologi bergerak begitu cepat, seiring majunya ilmu pengetahuan. Namun, kemajuan teknologi ini jangan sampai membuat manusia kehilangan sisi manusiawinya. Teknologi seharusnya membantu manusia, bukan menggantikan peran manusia.

Harapannya, kendati teknologi pendidikan masa depan sangat maju dan berkembang, orang tua dan guru tidak mengabaikan pendidikan di luar akademisi. Masih ada pendidikan karakter, kepemimpinan, dan sebagainya yang masih membutuhkan sentuhan langsung tangan manusia.

Baca juga: Tips Agar Tetap Fokus Saat Belajar secara Daring

Bicara tentang pendidikan, sejak dini kita bisa mulai menyiapkan anak-anak untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Untuk pendidikan tinggi, salah satu tempat yang menawarkan pendidikan terbaik dan berkualitas adalah Amikom Jogja.

Amikom Jogja berada di posisi teratas di bidang Computer Science & Information Systems. Tak diragukan lagi, Amikom telah banyak melibatkan teknologi terkini di bidang pendidikan. Tak heran juga jika saat ini Amikom tengah menuju universitas generasi keempat. Dengan generasi keempat ini, akan banyak lahir lulusan yang menjadi ilmuwan, profesional, dan pengusaha.

Tak cuma itu, Amikom Jogja juga punya taman ekonomi kreatif. Ada banyak subsektor yang seru dan menyenangkan. Sebut saja Subsektor Film, Animasi, dan Video yang memproduksi film animasi kelas dunia. Ada pula Subsektor Aplikasi dan Game yang menjadi wadah para inovator berbakat. 

Melihat taman ekonomi kreatif Amikom yang memanfaatkan teknologi dan dunia digital, tak ragu lagi teknologi sangat bisa digunakan untuk berbagai hal. Di tangan orang yang tepat, teknologi akan memberikan miliaran hal baik sarat manfaat.

Referensi

Hongkiat. 8 Technologies That Will Shape Future Classrooms, diakses pada 30 Juli 2022.

Bisdig Amikom Purwokerto. Hal Besar Berikutnya Dalam Pendidikan AR Dan VR, diakses pada 30 Juli 2022.

The Conversation. What is Augmented Reality, Anyway?, diakses pada 30 Juli 2022.

Emergingedtech. The Magic of Biometric Eye-Tracking in Education and Rehabilitation, diakses pada 30 Juli 2022.

eilmu. 7 Alasan Mengapa Kuliah di Amikom Jogja, diakses pada 30 Juli 2022.

2 Comments
  1. Candella Natadisastra says

    Sedang ikut kursus online apa Kak saat ini? Mampir di sini sesaat setelah setor #1minggu1cerita dan melihat daftar setoran … setiap minggunya mepet tapi tetap mencoba menulis …

    1. Nurvita Indarini says

      Sedang tidak ikut kursus online, Kak… Cuma ikut kajian-kajian aja. Aku juga baru setoran lagi setelah dua pekan absen, Kak. Semoga kita selaluk konsisten yaaa 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.

www.kirmiziyilan.com