Cara Jitu Tingkatkan Imunitas Anak yang Mulai Sekolah Tatap Muka

Tahun ajaran baru ini terasa berbeda dari tahun sebelumnya. Jika sebelumnya anak-anak belajar jarak jauh, kini mereka sudah menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Hmm, adakah Mama yang belum terbiasa dan masih deg-degan saat anak harus sekolah offline?

Kalau saya ya, Ma, sebenarnya masih waswas melepas anak ke sekolah. Kendati angka kesakitan dan kefatalan COVID-19 sudah jauh berkurang ketimbang tahun sebelumnya, masih saja khawatir. Apalagi varian COVID semakin beraneka ragam.

Anak saya termasuk yang gampang ketularan saat temannya sakit batuk pilek. Batuk pilek saja mudah tertular, apalagi virus penyebab COVID-19 ‘kan. Duh, amit-amit, jangan sampai kena. Pusing saya jadinya.

Lha terus gimana? Nggak mungkin ‘kan saya demo ke sekolah untuk nggak membuka sekolah offline sampai pandemi benar-benar raib dari muka Bumi ini. Oke, setelah konsultasi dengan dokter dan berdiskusi bersama orang tua lain, saya menyusun strategi untuk meningkatkan imunitas anak.

Cara Meningkatkan Imunitas Anak di Musim Kembali ke Sekolah

Bagi anak-anak, sekolah offline lebih menyenangkan ketimbang sekolah online. Dengan kembali ke ruang kelas, anak-anak lebih punya banyak waktu berinteraksi dengan teman-temannya. Namun, kembali ke sekolah juga berarti meningkatkan kerentanan terpapar penyakit.

Selain berdoa agar dijaga dari sakit dan marabahaya, ikhtiar menjaga kesehatan wajib dilakukan. Nah, ini dia cara meningkatkan imunitas anak yang sudah kembali menjalani sekolah tatap muka.

1. Pastikan Anak Cukup Tidur

imunitas anak

Tidur yang cukup penting banget untuk membantu tubuh menghasilkan sel peningkat kekebalan. Banyak tidur memang tidak bisa mencegah anak sakit. Namun, kurang tidur bisa berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh si kecil. So, jangan sampai anak-anak tidak mendapatkan tidur cukup.

Lalu berapa lama waktu tidur yang cukup untuk anak? Jawabannya, tergantung usia anak, Ma. Ya, beda usia beda pula kebutuhan tidurnya. Untuk anak usia 3 hingga 5 tahun, misalnya, butuh tidur 10 hingga 13 jam sehari. Sedangkan anak berumur 6 hingga 12 tahun membutuhkan waktu tidur 9 hingga 12 jam dalam sehari.

Cara agar anak mendapatkan waktu tidur yang cukup adalah membuat dan menerapkan jadwal kegiatan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten. Selain itu, pastikan sekitar 60 menit sebelum tidur, kegiatan melihat layar sudah dihentikan.

Alasannya, paparan cahaya dari layar dalam jarak dekat secara intens di malam hari akan membuat anak tidak segera tidur. Akibatnya, tubuh tidak leluasa memproduksi melatonin, hormon alami tubuh yang berperan penting dalam mengatur pola tidur.

2. Beraktivitas Fisik dengan Aktif

Beraktivitas fisik secara aktif, termasuk berolahraga, bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Apalagi banyak bergerak juga berpengaruh pada kualitas tidur anak.

Saat mereka beraktivitas fisik dengan aktif, maka tubuhnya perlu memulihkan diri dari lelah. Nah, hal itu membuat kualitas tidur anak semakin baik. Imunitas anak pun bisa semakin meningkat.

3. Bekali Anak dengan Senjata Pembasmi Virus

imunitas anak

Apa saja senjata pembasmi virus? Setidaknya masker dan hand sanitizer. Namun, membekali anak dengan hal-hal itu tidaklah cukup. Anak perlu dibiasakan untuk tetap memakai maskernya dan mencuci tangan dengan baik.

Anak juga perlu diberi pemahaman bahwa banyak penyakit yang mudah menular akibat kebersihan yang buruk serta terkena sekresi mulut dan hidung. Itu makanya mereka perlu terus memakai maskernya dan mencuci tangan saat sebelum dan sesudah makan.

Selain itu, anak juga perlu dibiasakan untuk segera berganti pakaian dan mandi setelah pergi dari luar.

4. Cukupi Kebutuhan Minum Anak

Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah hal penting untuk menjaga kesehatan. Air dalam tubuh diperlukan antara lain untuk memproduksi sel darah putih. Nah, sel darah putih inilah yang akan melawan infeksi dalam tubuh.

Asupan air yang cukup juga membantu membuang racun, mengatur sirkulasi darah,  dan mendukung metabolisme. Risiko infeksi saluran pernapasan atas juga bisa diminimalkan dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi.

5. Jaga Makan dan Kesehatan Saluran Cerna

imunitas anak

Menjaga asupan makanan dengan memastikan anak-anak terbiasa makan makanan sehat juga menjadi cara untuk menjaga kesehatannya. Kebutuhan protein perlu dipenuhi, misalnya dari konsumsi ikan, daging, kacang-kacangan, dan telur.

Jangan lupa memasukkan makanan kaya vitamin C yang baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam menu sehari-hari. Vitamin C ini banyak terdapat dalam buah-buahan, misalnya di buah jeruk.

Vitamin lain yang tak kalah penting adalah vitamin D. Berbagai penelitian menunjukkan vitamin D memainkan peran penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh. Sebaliknya, kekurangan vitamin D menunjukkan adanya kerentanan terhadap infeksi.

Salah satu fungsi vitamin D adalah membantu mengaktifkan sel T di dalam tubuh. Sel T sering disebut juga sebagai “sel pembunuh” yang bisa mendeteksi dan menghancurkan patogen asing seperti virus.

Hal terpenting lainnya adalah menjaga kesehatan saluran cerna untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan. Saluran cerna dikatakan sehat apabila terdapat keseimbangan mikrobiota atau bakteri-bakteri di saluran pencernaan. Agar saluran cerna sehat, perlu 80-85 persen bakteri baik yang mendominasi.

Keseimbangan komposisi bakteri didapat dengan asupan yang tepat, antara lain dengan mengasup probiotik dan prebiotik. Probiotik merupakan bakteri baik yang ditemukan dalam makanan fermentasi. Sedangkan prebiotik adalah jenis serat yang merangsang perkembangan bakteri baik di usus.

Baca juga: Jangan Biarkan Gigi Susu Anak Rusak

6. Minum Suplemen yang Tepat

Meski kita sudah berupaya menyajikan makanan kaya gizi untuk anak, tapi ada saja kandungan yang terlewat. Karena itulah, perlu tambahan suplemen agar bisa mengisi asupan gizi yang terlewat.

Interlac + Vitamin D3 untuk Temani si Kecil Sekolah Tatap Muka

interlac + vitamin D3

Untuk kebutuhan suplemen anak, saya memilih Interlac + Vitamin D3. Ini adalah suplemen kombinasi probiotik dan Vit D3 pertama di Indonesia. Interlac mengandung bakteri Lactobacillus reuteri DSM 17938, dan kombinasinya dengan vitamin D3 bekerja secara sinergis menjaga daya tahan tubuh.

Apa itu Lactobacillus reuteri?

Lactobacillus reuteri dikenal juga sebagai Limosilactobacillus reuteri merupakan bakteri probiotik yang telah berevolusi bersama manusia. Lactobacillus reuteri ditengarai sebagai bakteri pertama yang secara alami terbentuk dalam mikrobiota bayi baru lahir.

Di lebih dari 220 studi klinis yang melibatkan strain Lactobacillus reuteri menunjukkan hasil positif pada orang-orang dengan gangguan pencernaan, kesehatan mulut, dan kesehatan tulang.

Seperti Apa Dosis dan Cara Penggunaan Interlac?

interlac + vitamin D3

Dalam satu dosis Interlac + Vitamin D3 terkandung 10 pangkat 8 CFU Lactobacillus reuteri dan 400 IU vitamin D3. Bahan tambahan lain yang terkandung yakni isomalt, xylitol, palm oil, orange flavor, dan asam sitrat.

Dosis Interlac tablet kunyah yakni 1 tablet per hari. Suplemen ini bukanlah pengganti makanan, jadi anak saya tetap makan seperti biasa, lalu dilengkapi konsumsi Interlac + Vitamin D3.

Anak saya suka sekali dengan rasa jeruk Interlac ini. Manis segar dan tidak bikin eneg.

Interlac juga sudah teruji klinis menjaga kesehatan saluran cerna, jadi saya merasa tenang saat memilih produk ini. Kami pun membuktikan sendiri manfaat Interlac + Vitamin D3. Anak saya tak lagi memiliki masalah pencernaan berkepanjangan. Padahal dia sebelumnya gampang diare.

interlac + vitamin D3

Selain itu, saat bertemu teman-teman di sekitarnya yang sakit flu, anak saya alhamdulillah tidak tertular. Dia tetap beraktivitas seperti biasa dengan sehat dan ceria. Terbukti nih, Interlac + Vitamin D3 memang imun booster banget. Imun si kecil meningkat dan aktivitasnya seharian di sekolah pun lancar.

Oh ya, Mama bisa beli Interlac + Vitamin D3 di baby store, apotek, dan marketplace seperti Shopee. Untuk informasi Interlac selengkapnya bisa dicek di Instagram @interlacprobiotics ya.

Mama sendiri gimana nih cerita mempersiapkan si kecil kembali ke sekolah agar imunitas anak tetap terjaga?

Referensi:

Aranow C. (2011). Vitamin D and the immune system. Journal of investigative medicine : the official publication of the American Federation for Clinical Research, 59(6), 881–886. https://doi.org/10.2310/JIM.0b013e31821b8755

Daily Sabah. 8 ways to boost your child’s immunity this back-to-school season, diakses pada 17 Juli 2022.

Sleep Foundation. How Much Sleep Do Babies and Kids Need?, diakses pada 17 Juli 2022.

14 Comments
  1. Nana Lutfiana says

    PTM emang lumayan bikin worries ya, jadi jaga kesehatan anak penting banget. Untung sekarang interlac ada vit D nya jadi bisa bgt untuk jaga kesehatan dan pencernaan sekaligus

  2. Nyonya Faruq says

    Setuju banget tips deh. Oh ya, harga interlac berapa sih mau juga buat anakku deh

  3. ainun says

    minimal anak-anak udah terbiasa pakai masker ya mbak
    kekhawatiran orang tua saat anak-anak masuk sekolah pasti ada ya mbak, kecukupan gizi dan nutrisi penting banget untuk kesehatan
    kalau udah lemah badannya, takutnya gampang kena sakit

  4. Aya Choiriyah says

    Interlac makin komplit ya kandungannya. Pencernaan sehat daya tahan tubuh kuat. Ga perlu banyak² minum vitamin ini itu

  5. aliyatus sa'diyah says

    wah kandungannya oke nih buat jaga imun anak, apalagi di musim seperti ini butuh banget suplemen biar anak kesehatannya tetap terjaga

  6. Marantina says

    Kalau pencernaan ga baik, anak pasti susah fokus di sekolah. Emang penting sih mengonsumsi interlac ini

  7. Sarieffe says

    Hampir sama mom, sounding ke anak sekaligus bekali dengan suplemen seperti Interlac ini

  8. Rula says

    Keliatan bedanya ya mom sejak konsumsi Interlac + Vit D3 ini di anak?

  9. Alfizza says

    Suplemen vitamin D3 memang bisa banget mmbantu jaga imunitas tubuh anak. Alhamdulillaha nakku juga rutin minum Interlac Vitamin D3 nih mom

  10. Anggita Jogi says

    Sama Mom.. aku juga mempersiapkan kondisi kesehatan anak dengan memilih suplemen yang tepat. Setuju banget kalau suplemen yang menjaga saluran cerna itu hal penting, makanya aku pun memilih suplemen yang mengandung lactobasillus, toss kita..

  11. Ekaduwih says

    Wah iya nie penting banget untuk menjaga kesehatan si kecil apa lagi sudah 100% ptm yaaa …. semangat ya kakak semoga sehat dan bahagia selalu …. amiin

  12. Nyi Penengah says

    Makasih Kakkk reviewnya penting banget nih buat aku yang masih mengandung vitamin2 yang dibutuhkan anak kan harus tau hehehhe

  13. Niken says

    Covid menyerang kembali nih moms.
    Penting banget ya untuk kita bisa jaga daya tahan tubuh anak dengan tambahan suplemen dan vitamin.
    Ada Interlac yang cocok banget untuk imunitas anak kita dimasa-masa sekolahnya.

  14. silvie says

    buat anak usia 4 tahun sudah bisa belum ya mom
    anakku yg besar usia 8 tahun sudah bisa minum
    ya

    tapi biasanya adiknya suka ikutan minta
    hehehs

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.