Mandi dengan Sabun Antiseptik, Kebiasaan Baru Saat Pandemi

Wabah virus Corona yang tak berkesudahan mengubah kebiasaan banyak orang. Tak terkecuali keluarga kami. Salah satunya menggunakan sabun antiseptik saat mandi dan cuci tangan.

Kenapa sabun antiseptik? Karena perlu formula tambahan dalam sabun untuk membunuh mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus yang menempel pada kulit. Apalagi fungsi sabun mandi pada umumnya hanya membersihkan kulit dari kotoran.

Daftar Kebiasaan Baru Saat Pandemi

Pandemi melanda/ Foto: IMiroslava Chrienova dari Pixabay

Hari-hari selama delapan bulan terakhir ini banyak yang berubah. Utamanya terkait kebiasaan sehari-hari. Nah, berikut ini daftar kebiasaan baru keluarga saya.

1. Menggunakan masker

Penggunaan masker saat pandemi/ Foto: Miroslava Chrienova dari Pixabay

Menggunakan masker saat berada di tempat umum sebenarnya sudah sering kami lakukan sejak dulu. Namun, semenjak Corona mewabah, ke luar rumah saja, masker sudah memeluk erat wajah.

WHO dan Kemenkes menyarankan penggunaan masker karena terbukti efektif memperlambat penyebaan virus. Karena harga masker medis kala itu sangat melangit, saya memilih menggunakan masker dari kain. Agar lebih efektif, masker yang dipilih adalah yang dua lapis. Tak lupa juga untuk segera mencucinya setelah dipakai.

2. Mencuci tangan dengan sabun

Cuci tangan pakai sabun/ Foto: Miroslava Chrienova dari Pixabay

Kemenkes bilang sekitar 98 persen penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Meski sudah sejak dulu terbiasa mencuci tangan, tapi sekarang cuci tangannya wajib pakai sabun. Cuci tangan juga nggak asal-asalan lagi, tapi dengan benar sehingga tangan tidak jadi sarang virus dan kuman.

3. Menjaga jarak

Jaga jarak saat pandemi/ Foto: Alexandra_Koch dari Pixabay

Setahun lalu, berkerumun bersama manusia lain bukan sesuatu yang menyeramkan. Bersalaman dan cipika-cipiki dengan teman pun wajar saja. Namun, kini kebiasaan itu harus dihilangkan dulu.

Seseorang bisa terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari mereka yang terinfeksi. Itu makanya kita dianjurkan untuk menjaga jarak, setidaknya 1-2 meter.

Kalau terpaksa keluar rumah, saya jadi lebih waspada sekarang. Saat ada banyak kerumunan orang, saya akan menghindar. Lebih baik menghentikan langkah atau balik badan terlebih dahulu.

4. Mandi tanpa nanti setelah keluar rumah

Mandi dengan sabun antiseptik/ Foto: Alexandra_Koch dari Pixabay

Sebagaimana dianjurkan Kemenkes, saat tiba di rumah dari bepergian, kami segera mandi. Seperti disebutkan di awal, sabun antiseptik jadi pilihan sabun mandi.

Tak lupa langsung berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah. Barang-barang yang dibawa masuk ke rumah seperti tas, kacamata, dan handphone pun dibersihkan dengan cairan disinfektan.

5. Disinfeksi secara berkala area rumah

Membersihkan rumah setahun lalu cukup dengan menyapu, mengepel, serta menyedot debu. Namun, kini bertambah dengan mendisinfeksi area rumah secara berkala. Utamanya di pegangan pintu dan tempat lain yang sering dipegang.

Sabun SEBU Antiseptik

Sabun SEBU antiseptik

Di pasaran ada berbagai sabun antiseptik. Namun, pilihanku jatuh pada sabun SEBU. Ada beberapa alasan yang mendasari pemilihan ini.

1. Memiliki kandungan alami

Sabun SEBU antiseptik dibuat menggunakan berbagai bahan alami dan organik. Ada lima bahan alami yang menjadi bahan pembuat sabun ini, yakni madu, zaitun, lemon, minyak VCO, dan sawit.

Sabun SEBU juga memiliki kandungan potential of hydrogen (PH) balance. Ini penting banget agar kulit tetap terjaga keseimbangan PH-nya. Bila membuat kulit terlalu asam, bisa menimbulkan infeksi dan jerawat. Sedangkan bila terlalu basa, kulit bisa menjadi kering dan sensitif.

2. Efektif membunuh kuman

SEBU Antiseptik mengandung zat aktif povidone iodine. Kandungan ini terbukti secara klinis membunuh dan menghambat pertumbuhan mikroba berbahaya seperti bakteri, kuman patogen, dan beberapa virus seperti Corona.

Cara kerja iodine adalah dengan masuk ke dalam tubuh mikroorganisme. Dari dalam, iodine merusak atau mengoksidasi kuman tersebut hingga mati.

3. Tidak mengandung bahan kimia berbahaya

Sabun SEBU antiseptik

Bahan alami terbaik yang digunakan sabun SEBU membuat kualitasnya terjaga. Hal itu juga membuat sabun SEBU efektif membunuh kuman yang menempel. Sehingga tidak perlu tambahan zat kimia berbahaya.

Busa yang dihasilkan sabun SEBU tidak berlebihan. Hal ini dikarenakan sabun SEBU tidak mengandung detergen. Bisa dipastikan pula, sabun SEBU tidak mengandung paraben sebagai pengawet, pewarna sintetis, dan parfum tambahan. Makin tenang deh menggunakan sabun ini.

4. Aman untuk berbagai kalangan

Kandungan alami dalam sabun SEBU cocok untuk semua jenis kulit. Sabun SEBu juga tidak membuat kulit kering, tidak memuat iritasi, cocok untuk kulit sensitif, sekaligus melembutkan kulit.

Selain itu aman digunakan oleh ibu hamil maupun ibu menyusui. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa menggunakan sabun ini. Dengan begitu, satu sabun bisa untuk seisi rumah. Hemat!

5. Tercatat di BPOM

Satu hal lagi yang makin bikin nggak khawatir menggunakan sabun SEBU adalah karena produk ini sudah tercatan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Di kemasannya pun diberikan informasi tanggal kedaluwarsanya. Bahkan komposisi sabun juga jelas tertulis di kemasannya.

Manfaat 5 Bahan Alami dalam Sabun SEBU

Yuk, cari tahu manfaat dari lima bahan alami yang terkandung dalam sabun SEBU antiseptik.

1. Madu

Madu dalam sabun antiseptik/ Foto: Steve Buissinne dari Pixabay

Sifat antimikroba yang penting bagi kulit terkandung dalam madu. Selain itu, madu juga menjaga kulit tetap muda dan menghambat pembentukan kerutan. Kemampuan lainnya adalah mengatur pH dan mencegah infeksi patogen. Demikian dikutip dari Journal of Cosmetic Dermatology.

2. Zaitun

Zaitun dalam sabun antiseptik/ Foto: Steve Buissinne dari Pixabay

Asam lemak esensial (EFA) dalam zaitun bermanfaat untuk melembabkan dan melindungi kulit. Kandungan di dalamnya juga memiliki fungsi anti-inflamasi dan antioksidan untuk mengurangi penuaan kulit.

Perawatan dengan minyak zaitun tidak memiliki efek samping. Tidak heran zaitun sudah berabad-abad digunakan untuk perawatan kulit. Demikian disebutkan dalam buku Effect of Olive Oil on the Skin.

3. Lemon

Lemon dalam sabun antiseptik/ Foto: Pexels dari Pixabay

Buah yang satu ini kaya vitamin C. Properti ini bagus banget untuk kulit karena bisa mencerahkan kulit. Bahkan bekas luka dan bekas jerawat juga bisa diatasi menggunakan lemon. Hal itu disebutkan dalam International Research Journal of Pharmacy.

Dalam situs SEBU disebutkan manfaat lain lemon yakni antibakteri, serta mencegah dan mengatasi jerawat. Manfaat lainnya adalah kemampuan untuk mengencangkan kulit.

4. Virgin Coconut Oil (VCO)

VCO dalam sabun antiseptik/ Foto: Pexels dari Pixabay

Kandungan hebat antara lain mengurangi peradangan seperti dermatitis kontak dan eksim. VCO juga bisa mengatasi jerawat, serta membanu menyembuhkan luka. Bahkan kandungan dalam VCO bisa membunuh mikroorganisme berbahaya.

Dikutip dari Journal of Physics: Conference Series, VCO memiliki khasiat melembabkan kulit. Penggunaannya bisa membuat kulit lembut.

5. Minyak sawit

Sawit dalam sabun antiseptik/ Foto: Tafilah Yusof dari Pixabay

International Journal of Toxicology menyebut minyak sawit mempunyai kandungan antioksidan yang mampu mencegah penuaan kulit. Kandungan antioksidan fenolik bisa membasmi radikal bebas. Manfaat lainnya adalah mencegah efek berbahaya pda kulit akibat radiasi UV.

Minyak sawit pun mampu menghidrasi dan melembabkan kulit. Bahkan bisa mencegah dan menghilangkan jerawat, serta mencerahkan kulit.

Meski di masa pandemi seperti sekarang ini lebih banyak di rumah saja, proteksi diri dari kuman dan virus tetap harus dilakukan. Walaupun sering merasa bosan di rumah saja, tetapi selalu ada hikmah yang bisa diambil. Kami sekeluarga insya Allah jadi lebih sehat karena lebih banyak makan makanan rumahan yang sehat. Juga menggunakan produk yang bisa memberikan proteksi sebagai ikhtiar agar tetap sehat.

Referensi:

Burlando, Bruno & Cornara, Laura. (2013). Honey in dermatology and skin care: A review. Journal of Cosmetic Dermatology. 12. 306-13. 10.1111/jocd.12058.

Badiu, Diana & Luque, Rafael & Rajendram, Rajkumar. (2010). Effect of Olive Oil on the Skin. 10.1016/B978-0-12-374420-3.00123-6.

Chaturvedi, Dev & Suhane, Nidhi & Shrivastava, Rishi. (2016). BASKETFUL BENEFIT OF CITRUS LIMON. International Research Journal of Pharmacy. 7. 1-4. 10.7897/2230-8407.07653.

D Atmanto 2019 J. Phys.: Conf. Ser. 1402 022093, “Effectiveness of utilizing VCO oil and castor oil on natural creams for dry skin treatment due to environmental factors”.

Yusof, N. Z., Abd Gani, S. S., Azizul Hasan, Z. A., & Idris, Z. (2018). Skin and Eye Irritation Assessment of Oil Palm ( Elaeis guineensis) Leaf Extract for Topical Application. International journal of toxicology, 37(4), 335–343. https://doi.org/10.1177/1091581818773979