Menangkal Ancaman Polusi Plastik Melalui Kesadaran Memilah Sampah

Lautan Indonesia dicemari polusi sampah plastik. Menurut sebuah jurnal ilmiah di tahun 2021, Indonesia berada di urutan ke-5 daftar negara dengan polusi plastik di laut terbesar di dunia.

Lalu apa dampaknya jika laut tercemar polusi plastik? Tentu saja berdampak pada spesies laut. Plastik ditengarai mengakibatkan kematian 1 juta burung laut, 100 ribu mamalia laut, kura-kura laut, dan ikan-ikan dalam jumlah besar setiap tahunnya. Demikian disebut dalam Konferensi Laut PBB di New York, Amerika Serikat, pada 2017.

Plastik-plastik di lautan masuk ke dalam tubuh spesies laut. Plastik yang tertelan menyebabkan penyumbatan dan infeksi usus yang berujung kematian.

Belum lagi perkara mikroplastik akibat paparan sinar ultraviolet matahari terhadap sampah plastik di lautan. Akibatnya fotodegradasi yang memecah plastik menjadi ukuran kecil atau mikroplastik tak terhindarkan.

Mikroplastik masuk dalam rantai makanan lantaran termakan ribuan plankton. Nah, plankton tersebut lantas dimakan oleh ikan-ikan. Akibatnya cemaran mikroplastik pun ditemukan dalam tubuh berbagai ikan.

Tak cuma di laut, polusi plastik juga berdampak di darat. Beberapa jenis plastik sulit terurai. Keberadaan plastik menghalangi peresapan air tanah dan sinar matahari. Dampaknya kesuburan tanah bisa terganggu dan dapat mengakibatkan banjir.

Badan Investigasi Lingkungan (EIA) juga mewanti-wanti ancaman polusi plastik hampir setara dengan perubahan iklim. Di udara, beterbangan partikel mikroplastik yang dapat masuk ke tubuh manusia bersama udara yang dihirup.

Lalu apa yang bisa dilakukan? Dapatkah manusia menghentikan penggunaan plastik dalam hidupnya? Terkait hal ini, kita bisa belajar banyak dari Bank Sampah 68 di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kebiasaan Memilah Sampah Tingkatkan Rasa Tanggung Jawab

polusi plastik
Kegiatan memilah sampah/ Foto: dok. Bank Sampah 68

Bank Sampah 68 lahir dari keprihatinan atas permasalahan sampah di lingkungan warga. Siti Aminah adalah sosok di balik bank sampah tersebut. Mulanya, dia jengah karena petugas sampah beberapa kali tidak datang, sehingga sampah di rumahnya menumpuk.

Warga sekitar pun banyak yang membakar sampah campuran organik dan anorganik. Tujuannya tentu saja agar tempat sampah di rumahnya tidak penuh sesak. Dari fenomena itu, pada Desember 2019 Bank Sampah 68 resmi berdiri.

Dari bank sampah tersebut, Siti Aminah belajar banyak tentang pemilahan sampah. Ilmu ini lantas ditularkan kepada warga sekitar yang menjadi nasabah. Bicara sampah plastik saja, ternyata tidak sesimpel mengumpulkan plastik bekas yang jadi sampah rumah tangga.

“Ada sekitar 26 jenis plastik,” terang Siti Aminah. Bayangkan, mulanya warga menyetorkan sampah tanpa dipilah, sehingga betapa repot dirinya saat harus memilah berdasarkan jenisnya.

Sosialisasi dan edukasi terus dilakukan. Warga pun jadi lebih mengetahui jenis-jenis sampah dan makin lihai dalam memilah. Apalagi ada nilai ekonomi dari berbagai jenis sampah yang dikumpulkannya.

Dengan belajar memilah, sampah semakin terpilah, dan semakin banyak nilai ekonomi yang didapat warga. Pasalnya jenis-jenis sampah itu memiliki nilai jual yang berbeda. Misalnya sampah kertas dihargai Rp2.000 hingga Rp4.000.

Siti Aminah terus mengedukasi warga bahwa keberadaan bank sampah bukan untuk memotivasi menciptakan sampah agar bisa ditukar dengan rupiah. Lebih dari itu, menumbuhkan rasa tanggung jawab. Apalagi warga juga jadi tahu ada sampah plastik yang bisa terurai dan tidak bisa terurai.

Melalui pengetahuan tersebut, harapannya warga bisa lebih menyayangi Bumi. Sekurang-kurangnya, tidak ada lagi peristiwa pembakaran sampah atau pun penimbunan sampah plastik di dalam tanah. Lebih lanjut, warga akan lebih bijak dalam menggunakan sampah yang tidak terurai.

Kepedulian warga juga terlihat di jalanan. Ketika melihat sampah plastik di jalan sekitarnya, plastik tersebut dibawa pulang, disimpan, dipilah, lalu dibawa ke Bank Sampah 68. Setidaknya semakin sedikit sampah-sampah plastik yang ada di jalanan sekitar warga setempat.

Dampak Kesehatan dari Kebiasaan Memilah Sampah

polusi plastik
Kegiatan memilah sampah di Bank Sampah 68/ Foto: dok. Bank Sampah 68

Dulu, sebelum ada Bank Sampah 68, mungkin masih banyak warga yang tidak peduli dengan sampah plastik yang bertebaran. Tidak acuh pula kala sampah plastik tersebut digenangi air hujan dan kemudian menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah.

Akan tetapi, seiring meningkatnya kesadaran dan tanggung jawab warga pada sampah, kasus demam berdarah di sekitar Bank Sampah 68 semakin jarang terdengar. Padahal menurut Siti Aminah, di masa lalu, daerahnya adalah “langganan” kasus demam berdarah dengan jumlah cukup banyak.

“Ternyata pengelolaan sampah dampak positifnya bisa ke mana-mana,” imbuh perempuan berkacamata ini.

Dari memilah sampah, masyarakat bisa mendapatkan nilai ekonomi. Tak hanya itu, lingkungan pun semakin nyaman, bersih, dan sehat. Kreativitas warga pun terasah saat menyulap sampah plastik yang tidak terurai menjadi barang baru yang memiliki nilai guna.

“Dari sampah plastik yang tidak bisa terurai didaur ulang menjadi tas, topi, taplak, dan sebagainya,” jelas Siti Aminah.

Penutup

Bumi semakin tua dan menanggung banyak derita akibat ulah manusia. Ketidakpedulian hanya akan mempercepat kehancuran. Membiarkan Bumi memikul polusi sampah plastik berkepanjangan juga akan membuat planet ini semakin tidak baik-baik saja.

Sering kali tidak perlu langkah besar yang bikin mata terpana sebagai aksi yang menyelamatkan. Sebaliknya, melakukan hal kecil yang bisa dilakukan segera dan konsisten justru jauh lebih baik.

Meneladani warga yang bertanggung jawab dalam mengelola sampahnya sudah pasti memiliki makna. Penting, agar kita tidak jumawa sehingga bisa melakukan apa saja yang mengikis responsibilitas.

Polusi plastik adalah ancaman serius. Ayo bergerak dan tingkatkan kesadaran agar tidak tergerus dan terbawa arus.

Referensi

indonesia.go.id. Selamatkan Laut dari Sampah Plastik, https://indonesia.go.id/kategori/budaya/2539/selamatkan-laut-dari-sampah-plastik, diakses pada 28 Oktober 2023.

goodstads.id. Indonesia Masuk Jajaran Negara dengan Polusi Sampah Plastik di Laut Terbesar, https://goodstats.id/article/polusi-sampah-plastik-di-laut-indonesia-onhje, diakses pada 28 Oktober 2023.

bbc.com. Darurat Polusi Plastik: Dampaknya Setara Perubahan Iklim -‘Udara yang Kita Hirup Telah Mengandung Mikroplastik’, https://www.bbc.com/indonesia/majalah-60034540, diakses pada 28 Oktober 2023.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

www.kirmiziyilan.com