Berkunjung ke Erasmus Huis Sambil Mendengarkan Dongeng

Adakah yang senang mengajak anaknya ke perpustakaan? Pernah berkunjung ke Erasmus Huis belum? Wah, bagus ya perpustakaan milik Kedutaan Besar Belanda di Jakarta ini.

Meski sudah bertahun-tahun tinggal di Jakarta, tetapi baru kali ini saja berkunjung ke Erasmus Huis. Padahal di perpustakaan ini sering digelar berbagai kegiatan yang seru lho, dari pameran sampai pemutaran film.

Nah, baru-baru ini saya mengajak si bungsu, Ariq, untuk datang ke Erasmus Huis. Niat awalnya sih ingin bernostalgia di pameran Majakah Bobo “Growing Up With Bobo”. Namun, hari itu, Senin, 9 September 2023, ada kegiatan mendengarkan dongeng juga. Wah, menarik nih. Merapat ah!

Serunya Mendengarkan Dongeng Bersama TaCita

Mendengarkan dongeng bersama TaCita/ Foto: Nurvita Indarini

TaCita (Pesta Cerita Anak Indonesia) terbang ke Belanda! Untuk itu, anak-anak diundang untuk datang ke Erasmus Huis di Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta, untuk mendengarkan dongeng bersama.

Jadi, kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian roadshow TaCita bagi anak-anak untuk mengunjungi kedutaan atau pusat kebudayaan luar negeri. Wah, seru ya, sejak dini anak-anak sudah diajak berkenalan dengan negara-negara lain.

Saat datang, Ariq diberi paspor oleh TaCita sebagai tiket masuk. Mengingat tidak ada fotonya, Ariq pun diminta menggambar sendiri wajahnya. Kebetulan Ariq suka menggambar wajah. Dia pun antusias memilih warna spidol dan menggambar wajahnya sendiri.

Ariq menggambar foto di paspornya/ Foto: Nurvita Indarini

Setelah itu, kami masuk ke dalam ruangan perpustakaan. Di sana sudah ada puluhan anak lain yang duduk manis di atas karpet merah. Rupanya acara sudah dimulai. Kami mendengarkan cerita tentang keju.

Selanjutnya, ada pula pembacaan buku cerita berbahasa Belanda oleh staf Kedubes Belanda. Bagus deh, ceritanya tentang burung yang belajar terbang. Agar anak-anak memahami ceritanya, tentu ada kakak penerjemah ke dalam bahasa Indonesia.

Kegiatan ditutup dengan panggung cerita. Dua kakak membawakan cerita sambil bernyanyi diiringi gitar. Ceritanya adalah tentang sepatu kayu khas Belanda alias klompen. Seru sekali, anak-anak diajak bergerak juga.

Di akhir acara, peserta dijamu dengan berbagai camilan. Ada onde-onde, kroket, pastel, risoles, dan semacam kue bolen. Semuanya enak!

O, ya, di kegiatan ini, saya ketemu juga dengan aktivis read aloud, Roosie Setiawan. Kenal ‘kan Ma dengan Ibu Roosie? Ibu-ibu yang hobi read aloud biasanya mengenal sosok perempuan berkacamata ini. Apalagi Ibu Roosie kerap memberikan training of trainer read aloud.

Bersama Ibu Roosie yang selalu mengobarkan semangat read aloud/ Foto: Nurvita Indarini

Perpustakaan Erasmus Huis yang Modern dan Instagramable

Suasana di dalam perpustakaan/ Foto: Situs Kedubes Belanda di Jakarta

Rak tinggi menyentuh langit-langit yang sarat akan buku menyambut siapa saja yang masuk ke perpustakaan Erasmus Huis. Rak tersebut menempel di seantero dinding perpustakaan. Kesan nyaman dan Insagramable sangat terasa.

Di tengah perpustakaan terdapat meja dan kursi bagi para pengunjung. Sementara itu di satu sisi terdapat jendela kaca dengan pemandangan taman yang menawan. Wah, pasti bakal betah banget sih ketak-ketik atau baca buku di sini.

Jendela dengan pemandangan taman nan asri/ Foto: Nurvita Indarini

Melihat perpustakaan yang nyaman dan se-homey ini, keinginan memiliki perpustakaan pribadi di rumah kembali menggelegak. Senangnya bisa bekerja di dalam ruangan yang hening sembari ditemani buku-buku favorit. Hmm, semoga kelak bisa punya perpustakaan sekece Erasmus Huis.

O, ya, di Erasmus Huis juga ada tangga yang bisa digunakan untuk mengambil buku-buku di rak atas. Jika kesulitan menemukan buku, bisa minta bantuan pustakawan yang ada di sana.

Perpustakaan Erasmus Huis memiliki sekitar 15.000 judul buku, surat kabar, dan majalah. Bukunya macam-macam, ada buku tentang sejarah Indonesia, seni budaya Belanda dan Indonesia, juga buku anak-anak. Kebanyakan buku memang berbahasa Belanda, tapi ada juga kok beberapa buku yang berbahasa Inggris dan Indonesia.

Suasana di dalam perpustakaan/ Foto: Nurvita Indarini

Jika ingin datang dan membaca buku di Erasmus Huis, tidak ada biaya apa pun alias gratis. Akan tetapi, jika ingin meminjam buku, maka perlu mendaftar menjadi member. Biaya keanggotaannya cukup terjangkau. Rp.50.000 untuk satu tahun.

Setelah menjadi member, kita bisa meminjam maksimal tiga buku. Jangka waktu peminjaman bukunya maksimal tiga pekan.

Perpustakaan buka setiap Selasa hingga Sabtu, pukul 10.00 – 16.00 WIB. Jangan sampai salah jadwal berkunjung ya.

Kegiatan Lain di Erasmus Huis

erasmus huis
Salah satu kegiatan yang berlangsung di pusat kebudayaan Belanda/ Foto: Nurvita Indarini

Sebagai pusat kebudayaan Belanda, berbagai kegiatan kerap digelar di Erasmus Huis. Sering kali digelar pameran seni terbaru, pertunjukan musik atau tari, juga pemutaran film, dan diskusi.

Seperti di bulan Oktober 2023 ini, mulai tanggal 9 hingga 19, digelar pameran majalah Bobo “Growing Up With Bobo”. Pameran ini mengambil lokasi di lantai dua gedung.

Untuk mengetahui event-event yang digelar di Erasmus Huis, bisa menyimak media sosialnya. Untuk Instagram, bisa ikuti akun resminya, @erasmushuis_jakarta.

Jika lapar melanda seusai membaca buku atau mengikuti event di Erasmus Huis, jangan khawatir. Ada semacam kantin dengan berbagai menu makanan. Misalnya ayam penyet, spaghetti, serta soto. Harganya pun cukup terjangkau.

Tak perlu khawatir pula tertinggal salat, lantaran ada musala yang bisa kita gunakan.

O, ya, ada yang bingung nggak cara baca Erasmus Huis? Bukan dibaca “Erasmus Hois” ya. Huis-nya dibaca seperti menyebut kata “house” dalam bahasa Inggris.

Penutup

Erasmus Huis hadir di Jakarta sejak 1970. Saya sendiri sudah lebih dari satu dekade berada di Ibukota, dan baru sekali saja berkunjung ke sini. Wah, sayang sekali.

Namun, nggak apa-apa. Kelak jika ada event-event lain di tempat ini, sepertinya saya akan datang. Utamanya jika anak bungsu saya sudah lebih bisa dikondisikan. Maklum, dia masih tiga tahun dengan hasrat eksplorasi apa pun yang sedang menggeliat dahsyat.

Apakah Mama sering berkunjung ke Erasmus Huis?

Referensi

Situs Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.